BONA NEWS. Sumatera Utara. – Ribuan warga Kota Medan tumpah ruah di Lapangan Merdeka untuk mengikuti puncak peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-117, Minggu pagi (20/7). Kota Medan ditetapkan sebagai tuan rumah acara nasional oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), membawa semangat kolaborasi antara profesi dokter dan masyarakat luas.
Dengan mengusung tema “Dokter Berbakti untuk Negeri”, kegiatan ini menegaskan kembali peran sentral dokter dalam pembangunan bangsa, tidak hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga pengabdian sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Ribuan Peserta Meriahkan Acara
Sejak pukul 06.00 WIB, lebih dari 1.000 peserta memadati Lapangan Merdeka untuk mengikuti fun walk dan senam bersama. Peserta terdiri dari dokter, mahasiswa kedokteran, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum. Rute jalan santai sejauh lima kilometer melintasi ikon kota Medan dan berakhir kembali di lapangan.
Acara dimeriahkan pula dengan hiburan musik, pembagian doorprize, serta kegiatan edukatif lainnya. Masyarakat yang hadir juga mendapat kesempatan untuk memeriksakan kesehatannya secara gratis melalui stand medis dari berbagai rumah sakit dan lembaga kesehatan.
Layanan Kesehatan Gratis dan Edukasi
Sejumlah layanan kesehatan yang tersedia mencakup cek tekanan darah, gula darah, fungsi jantung, pemeriksaan telinga, hingga konsultasi gizi dan kesehatan mental. Kegiatan donor darah dan pembagian kaca mata gratis juga menarik perhatian warga, terutama lansia dan pelajar.
“Momentum ini bukan sekadar seremonial, tapi juga bukti bahwa dokter hadir dan dekat dengan masyarakat,” ujar dr. Huntal Napoleon, Ketua Panitia Nasional HBDI 2025.
Apresiasi dari Pemerintah dan Tokoh Kesehatan
Puncak acara dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di dunia kesehatan dan pemerintahan, seperti dr. Slamet Budiarto (Ketua Umum PB IDI), dr. Ery Suhaymi (Ketua IDI Wilayah Sumatera Utara), serta perwakilan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kota Medan.
Dalam sambutannya, dr. Slamet Budiarto menyampaikan bahwa HBDI adalah momen refleksi untuk memperkuat integritas dan pelayanan dokter Indonesia.
“Dokter bukan hanya profesi teknis, tapi panggilan moral. Kami ingin masyarakat melihat bahwa dokter Indonesia selalu hadir, bahkan di tengah krisis dan keterbatasan,” ungkapnya.
Kenapa Medan?
Kota Medan dinilai layak menjadi tuan rumah karena reputasinya sebagai pusat pendidikan dan layanan kesehatan di Sumatera. IDI Wilayah Sumut juga dinilai aktif dalam program kemanusiaan dan penguatan sistem kesehatan daerah, termasuk selama masa pandemi COVID-19.
“Sumut adalah representasi kerja nyata dokter dalam pelayanan masyarakat. Peringatan ini menjadi wujud penghormatan atas kerja keras mereka,” kata dr. Ery Suhaymi.
Sejarah Hari Bakti Dokter Indonesia
Hari Bakti Dokter Indonesia diperingati setiap 20 Juli, merujuk pada momen berdirinya organisasi IDI secara nasional pada tahun 1958. Peringatan ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dokter dalam sejarah dan kontribusinya terhadap pembangunan kesehatan nasional.
Selain kegiatan utama, acara ini turut didokumentasikan oleh berbagai media lokal dan nasional. Foto-foto peserta, layanan kesehatan, dan suasana meriah acara telah ramai di media sosial dengan tagar #HBDI117Medan.
Banyak warga berharap kegiatan serupa bisa terus digelar di tahun-tahun mendatang, sebagai ruang interaksi sehat antara profesi dokter dan publik. (Red)
