BONA NEWS. Polandia. – Pemerintah Polandia mulai 7 Juli 2025 menerapkan kontrol perbatasan sementara di wilayah perbatasan dengan Jerman dan Lithuania. Langkah ini merupakan bagian dari operasi “Secure West” yang bertujuan untuk memperketat pengawasan terhadap potensi arus migrasi ilegal dan memastikan keamanan nasional.
Menurut informasi dari Kementerian Dalam Negeri Polandia, sekitar 700 personel dikerahkan, yang terdiri dari anggota polisi militer, pasukan Pertahanan Teritorial (WOT), serta aparat penjaga perbatasan. Jumlah ini dapat ditingkatkan hingga 5.000 personel, bergantung pada kebutuhan situasional di lapangan.
Kebijakan ini dipicu oleh laporan mengenai peningkatan jumlah migran ilegal yang melintasi perbatasan melalui wilayah Jerman, serta adanya praktik pengembalian pencari suaka dari Jerman ke Polandia yang menimbulkan ketegangan bilateral.
“Langkah ini bersifat sementara dan dilakukan secara selektif,” ujar Menteri Dalam Negeri Tomasz Siemoniak, dikutip dari keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa warga dengan dokumen perjalanan lengkap tidak akan mengalami gangguan saat melintasi perbatasan.
Di sisi lain, Perdana Menteri Donald Tusk menekankan bahwa pengawasan ini dilakukan sebagai respons atas kontrol yang lebih dulu diberlakukan oleh pemerintah Jerman. Ia menyebutkan bahwa kerja sama bilateral tetap dibutuhkan untuk menyelesaikan isu migrasi di kawasan Uni Eropa secara adil dan aman.
Penerapan kontrol perbatasan ini dijadwalkan berlangsung hingga 5 Agustus 2025, namun dapat diperpanjang jika situasi memerlukan. Pemeriksaan meliputi kendaraan pribadi, minibus, dan bus umum, dengan fokus pada titik-titik perlintasan yang dinilai rawan.
Sejumlah organisasi hak asasi manusia dan pengamat migrasi telah menyatakan perhatian atas potensi pelanggaran hak pencari suaka, namun pemerintah Polandia memastikan bahwa tindakan ini dilakukan sesuai dengan hukum Uni Eropa dan prinsip-prinsip non-diskriminatif. (Red)
