{"id":1228,"date":"2025-07-26T01:55:52","date_gmt":"2025-07-25T18:55:52","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=1228"},"modified":"2025-07-26T01:55:52","modified_gmt":"2025-07-25T18:55:52","slug":"urbanisasi-picu-ketimpangan-ekonomi-daerah-desa-kehilangan-arah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/07\/26\/urbanisasi-picu-ketimpangan-ekonomi-daerah-desa-kehilangan-arah\/","title":{"rendered":"Urbanisasi Picu Ketimpangan Ekonomi Daerah, Desa Kehilangan Arah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff9900;\"><span style=\"color: #ff9900;\"> BONA NEWS.\u00a0<\/span><span style=\"color: #339966;\">Sumatera Utara. <\/span><span style=\"color: #339966;\">&#8211; <\/span><\/span>Urbanisasi di Indonesia kembali melonjak. Per Juli 2025, <strong>lebih dari 60% penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan<\/strong>, menurut data BPS. Ledakan urbanisasi ini berdampak besar pada perekonomian daerah\u2014baik kota maupun desa sama-sama menghadapi tekanan yang makin kompleks.<\/p>\n<p>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, <strong>ratusan ribu penduduk desa pindah ke kota setiap bulannya<\/strong>, mayoritas usia produktif. Akibatnya, sektor pertanian dan UMKM di daerah perdesaan kekurangan tenaga kerja muda.<\/p>\n<p>\u201cTenaga kerja pertanian usia di bawah 40 tahun menyusut drastis, hanya 18,7% dari total petani di kuartal II 2025,\u201d tulis BPS dalam laporan pasar tenaga kerja edisi Juli 2025.<\/p>\n<p>Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6% pada semester I 2025. Namun, pertumbuhan ini tidak dinikmati secara merata. Di balik pencapaian itu, muncul persoalan baru: <strong>kemiskinan kota naik tipis, hunian tidak layak meningkat, dan ketimpangan melebar<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPenduduk miskin di perkotaan naik dari 6,66% ke 6,73% per Maret 2025,\u201d ungkap BPS dalam rilisnya.<br \/>\nDi sisi lain, jumlah warga yang tinggal di hunian tidak layak di kota besar mencapai <strong>lebih dari 4 juta orang<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<p>Berbanding terbalik, <strong>tingkat kemiskinan di desa justru turun<\/strong> dari 11,34% ke 11,03%. Hal ini dipengaruhi program subsidi pangan, bantuan sosial langsung, dan peningkatan akses digital di desa.<\/p>\n<p>Namun BPS menegaskan, penurunan itu bukan berarti desa sedang membaik secara menyeluruh. <strong>Pertumbuhan ekonomi desa stagnan di bawah 2,5%,<\/strong> tertinggal jauh dari wilayah metropolitan.<\/p>\n<h3><strong>Ketimpangan Antarwilayah Melebar<\/strong><\/h3>\n<p>Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat mengingatkan soal ini pada Rapat Nasional Ekonomi Juli 2025 lalu. Ia menyebut, <strong>70% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional masih terpusat di Pulau Jawa dan kota besar<\/strong>, padahal 55% penduduk tinggal di luar wilayah itu.<\/p>\n<p>PDRB per kapita DKI Jakarta saat ini tembus Rp 310 juta, sementara kabupaten termiskin seperti Nias Barat hanya Rp 21 juta\u2014ketimpangan nyaris <strong>15 kali lipat<\/strong>.<\/p>\n<p>Per semester I 2025, BKPM mencatat investasi baru sebesar Rp 726 triliun. Sayangnya, <strong>lebih dari 72% proyek investasi terfokus di kawasan urban<\/strong>, khususnya di Jabodetabek, Batam, Surabaya, dan Bandung Raya.<\/p>\n<p>Sebaliknya, banyak kabupaten di luar Jawa\u2013Sumatera tak kebagian proyek, membuat daya saing daerah makin lemah.<\/p>\n<p>Untuk membendung ketimpangan akibat urbanisasi, pemerintah mengambil tiga strategi utama:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Mendorong Kota Penyangga<\/strong><br \/>\nKawasan seperti Cikarang, Serang, dan Majalaya didorong menjadi zona industri baru. Insentif pajak disiapkan untuk pelaku usaha yang mau buka pabrik di luar kota besar.<\/li>\n<li><strong>Revitalisasi Desa Digital<\/strong><br \/>\nHingga Juli 2025, program Desa Digital telah menjangkau <strong>83.414 desa<\/strong>, meliputi pelatihan e-commerce, akses internet cepat, dan distribusi modal mikro ke UMKM lokal.<\/li>\n<li><strong>Pembangunan IKN dan Kawasan Luar Jawa<\/strong><br \/>\nIbu Kota Nusantara (IKN) mulai menarik perhatian investor. 48 proyek baru telah disetujui sejak Mei\u2013Juli 2025, menurut data Otorita IKN. Hal ini diharapkan bisa mengalihkan arus urbanisasi ke Kalimantan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Urbanisasi tak bisa dihindari tapi harus dikelola. Urbanisasi adalah keniscayaan dalam ekonomi berkembang. Tanpa pengelolaan yang adil, kota akan kelebihan beban dan desa akan lumpuh.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKalau semua orang ke kota, siapa yang jaga ketahanan pangan? Siapa yang urus sawah dan produksi lokal?\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Urbanisasi adalah tantangan dan peluang. Ia bisa mendorong pertumbuhan, tapi juga bisa memperbesar ketimpangan. Data Juli 2025 menunjukkan, <strong>jika tidak ada pemerataan investasi dan pembinaan desa<\/strong>, maka kota akan kelelahan, dan desa akan terus ditinggalkan.<\/p>\n<p>Pemerintah dan pelaku ekonomi punya pekerjaan rumah besar: <strong>menghentikan sentralisasi ekonomi<\/strong>, dan menyebar manfaat pembangunan ke semua wilayah.\u00a0 <strong>(Red)<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Sumatera Utara. &#8211; Urbanisasi di Indonesia kembali melonjak. Per Juli 2025, lebih dari 60% penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan, menurut data BPS. Ledakan urbanisasi ini berdampak besar pada perekonomian daerah\u2014baik kota maupun desa sama-sama menghadapi tekanan yang makin kompleks. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ratusan ribu penduduk desa pindah ke kota setiap bulannya, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1231,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-1228","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1228","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1228"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1232,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1228\/revisions\/1232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}