{"id":1337,"date":"2025-07-27T09:17:08","date_gmt":"2025-07-27T02:17:08","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=1337"},"modified":"2025-07-27T14:20:06","modified_gmt":"2025-07-27T07:20:06","slug":"tragedi-udara-di-rusia-pesawat-an-24-jatuh-di-amur-48-orang-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/07\/27\/tragedi-udara-di-rusia-pesawat-an-24-jatuh-di-amur-48-orang-tewas\/","title":{"rendered":"Tragedi Udara di Rusia: Pesawat An-24 Jatuh di Amur, 48 Orang Tewas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff9900;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #99cc00;\">Sumatera Utara. <\/span><\/span>\u00a0\u2013 Dunia penerbangan kembali berduka setelah sebuah pesawat penumpang <strong>Antonov An-24RV<\/strong> milik maskapai <strong>Angara Airlines<\/strong> jatuh di wilayah <strong>Amur<\/strong>, Rusia Timur, pada <strong>Kamis, 24 Juli 2025<\/strong>. Kecelakaan ini menewaskan <strong>seluruh 48 orang<\/strong> di dalam pesawat, menjadikannya salah satu insiden penerbangan paling mematikan di Rusia dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<h3><strong>Kronologi Kecelakaan<\/strong><\/h3>\n<p>Dilansir dari <strong>Reuters<\/strong> dan dikutip oleh <strong>FlightGlobal<\/strong>, pesawat tersebut berangkat dari <strong>Bandara Internasional Khabarovsk<\/strong> menuju <strong>Tynda<\/strong>, dengan transit di <strong>Blagoveshchensk<\/strong>. Ketika hendak mendarat di Bandara Tynda, pesawat menghadapi kondisi cuaca buruk dan kabut tebal sehingga pilot memutuskan melakukan <strong>pendekatan ulang (go-around)<\/strong>.<\/p>\n<p>Sekitar pukul <strong>13.00 waktu setempat<\/strong>, pesawat dilaporkan <strong>hilang dari radar<\/strong>, dan <strong>tidak sempat mengirimkan sinyal darurat<\/strong>. Puing pesawat ditemukan beberapa jam kemudian oleh tim SAR, sekitar <strong>16 kilometer dari Tynda<\/strong>, di kawasan hutan pegunungan dekat perbatasan China (dilansir dari <strong>The Guardian<\/strong> dan <strong>Watchers.News<\/strong>).<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKami mengonfirmasi bahwa tidak ada korban selamat. Semua yang berada di dalam pesawat tewas di lokasi kejadian,\u201d ujar <strong>Gubernur Amur Valery Butrov<\/strong>, dikutip dari <strong>Meduza<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<h3><strong>Jumlah dan Identitas Korban<\/strong><\/h3>\n<p>Mengutip laporan dari <strong>The Washington Post<\/strong> dan <strong>People.com<\/strong>, total korban jiwa adalah <strong>48 orang<\/strong>, terdiri dari:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>42 penumpang<\/strong>, termasuk <strong>5 anak-anak<\/strong><\/li>\n<li><strong>6 awak kabin<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Seluruh korban dinyatakan meninggal di lokasi. Jenazah dievakuasi ke Blagoveshchensk untuk identifikasi forensik, yang menurut laporan <strong>RIA Novosti<\/strong>, telah berhasil mengidentifikasi lebih dari 70% korban hingga Sabtu pagi (26\/7).<\/p>\n<h3><strong>Penyebab Sementara dan Investigasi<\/strong><\/h3>\n<p>Menurut laporan investigasi awal dari <strong>Komite Penerbangan Sipil Rusia (Rosaviatsiya)<\/strong> yang dikutip oleh <strong>IndiaTimes<\/strong> dan <strong>Firstpost<\/strong>, penyebab utama kecelakaan diduga adalah:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kondisi cuaca buruk<\/strong>, termasuk visibilitas di bawah 500 meter,<\/li>\n<li><strong>Kemungkinan kesalahan manusia<\/strong>, khususnya dalam prosedur go-around.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Perekam data penerbangan (black box)<\/strong> telah ditemukan dan dibawa ke Moskow untuk dianalisis lebih lanjut, seperti dilaporkan oleh <strong>HiruNews<\/strong>.<\/p>\n<h3><strong>Kondisi Pesawat dan Riwayat Maskapai<\/strong><\/h3>\n<p>Pesawat yang jatuh adalah <strong>Antonov An\u201124RV<\/strong> buatan tahun <strong>1976<\/strong>, berusia hampir 50 tahun. Menurut laporan dari <strong>Aerospace Global News<\/strong>, pesawat ini dioperasikan oleh <strong>Angara Airlines<\/strong>, maskapai regional Rusia berbasis di Irkutsk yang masih mengandalkan armada buatan era Soviet karena terbatasnya akses pesawat baru akibat sanksi internasional.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cTragedi ini mencerminkan krisis dalam sistem penerbangan domestik di Rusia, terutama wilayah Timur yang terpencil dan minim fasilitas navigasi modern,\u201d kata analis penerbangan <strong>Sergey Makarov<\/strong>, dikutip dari <strong>FlightGlobal<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<h3><strong>Tanggapan Pemerintah dan Internasional<\/strong><\/h3>\n<p>Presiden <strong>Vladimir Putin<\/strong> menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan <strong>evaluasi nasional terhadap armada pesawat tua<\/strong>. Pemerintah Rusia juga menetapkan <strong>hari berkabung nasional pada Minggu (27\/7)<\/strong>, seperti dilaporkan oleh <strong>France24<\/strong> dan <strong>The Logical Indian<\/strong>.<\/p>\n<p>Kementerian Luar Negeri <strong>China<\/strong>, yang wilayahnya berbatasan langsung dengan lokasi kecelakaan, juga menyampaikan simpati mendalam. Tidak ditemukan warga negara asing dalam daftar penumpang (dilansir dari <strong>Gulf News<\/strong>).<\/p>\n<p>Kecelakaan pesawat Angara Airlines An-24 di wilayah Amur membuka kembali diskusi tentang <strong>keselamatan penerbangan di kawasan terpencil Rusia<\/strong> dan <strong>penggunaan armada tua<\/strong>. Pemerintah Rusia kini menghadapi tekanan besar untuk mengevaluasi ulang sistem keselamatan penerbangan domestik.<\/p>\n<p>Investigasi menyeluruh diharapkan memberi jawaban pasti bagi keluarga korban dan masyarakat dunia. Tragedi ini adalah pengingat pahit bahwa keselamatan di udara tak boleh dikompromikan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Sumatera Utara. \u00a0\u2013 Dunia penerbangan kembali berduka setelah sebuah pesawat penumpang Antonov An-24RV milik maskapai Angara Airlines jatuh di wilayah Amur, Rusia Timur, pada Kamis, 24 Juli 2025. Kecelakaan ini menewaskan seluruh 48 orang di dalam pesawat, menjadikannya salah satu insiden penerbangan paling mematikan di Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Kronologi Kecelakaan Dilansir dari [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1340,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,33],"tags":[],"class_list":["post-1337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1337"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1341,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1337\/revisions\/1341"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}