{"id":1632,"date":"2025-08-25T23:44:10","date_gmt":"2025-08-25T16:44:10","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=1632"},"modified":"2025-08-26T05:00:45","modified_gmt":"2025-08-25T22:00:45","slug":"aksi-tuntutan-penghapusan-tunjangan-dpr-berakhir-ricuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/08\/25\/aksi-tuntutan-penghapusan-tunjangan-dpr-berakhir-ricuh\/","title":{"rendered":"Aksi Tuntutan Penghapusan Tunjangan DPR Berakhir Ricuh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #3366ff;\">Jakarta. <\/span><\/span>\u00a0\u2013 Aksi demonstrasi ribuan mahasiswa dan pelajar yang menolak besarnya tunjangan DPR RI berujung ricuh di depan Gedung DPR\/MPR RI, Senayan, Jakarta. Kericuhan pecah setelah massa melempar batu, botol, hingga merusak fasilitas publik, sementara aparat kepolisian membalas dengan gas air mata dan water cannon.<\/p>\n<p>Sejak pekan lalu, seruan aksi #TolakTunjanganDPR tersebar luas di media sosial. Tuntutan utama adalah penghapusan tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta per bulan yang dinilai terlalu tinggi dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi rakyat.<\/p>\n<p>Selain itu, massa juga mendesak transparansi anggaran DPR, penghapusan proyek legislasi yang dianggap kontroversial, hingga seruan untuk membubarkan parlemen.<\/p>\n<p>Pagi hari, ribuan mahasiswa, pelajar, hingga komunitas ojek online mulai memadati sekitar Gedung DPR. Massa membawa spanduk bertuliskan \u201cHapus Tunjangan DPR\u201d, <strong>\u201cRakyat Susah, DPR Foya-foya\u201d<\/strong>, dan <strong>\u201cTurunkan Wakil Rakyat Nakal\u201d.<\/strong><\/p>\n<p>Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama TNI menurunkan 1.250 personel untuk mengamankan aksi. Sejumlah ruas jalan menuju Senayan ditutup, termasuk akses tol dalam kota menuju Slipi dan Semanggi.<\/p>\n<p>Awalnya aksi berjalan damai dengan orasi dan yel-yel. Namun, suasana berubah tegang ketika sekelompok pelajar mulai merangsek ke pagar DPR. Aparat membentuk barikade, tetapi massa terus mendorong dan melempar botol plastik.<\/p>\n<p>Menjelang siang, kericuhan pecah. Massa melempari aparat dengan batu dan kayu. Sebagian peserta aksi membakar tiang bendera dan merusak Pos Polisi dekat kompleks GBK. Aparat merespons dengan menembakkan gas air mata serta menyemprotkan water cannon.<\/p>\n<p>Kabut gas air mata membuat ratusan mahasiswa berlarian ke arah Slipi dan Semanggi. Beberapa di antaranya pingsan dan segera dievakuasi tim medis.<\/p>\n<p>Menurut keterangan Koordinator Aksi, mahasiswa menilai DPR gagal menunjukkan empati di tengah situasi ekonomi rakyat yang sulit.<\/p>\n<p><em>\u201cBagaimana mungkin tunjangan DPR mencapai puluhan juta rupiah per bulan, sementara rakyat berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini bentuk ketidakadilan,\u201d<\/em> ujar salah seorang orator melalui pengeras suara.<\/p>\n<p>Selain penghapusan tunjangan, massa juga menuntut:<\/p>\n<ul>\n<li>Transparansi penggunaan dana publik.<\/li>\n<li>Evaluasi kinerja DPR dalam legislasi.<\/li>\n<li>Penyelidikan proyek-proyek yang diduga bermuatan kepentingan elit.<\/li>\n<li>Reformasi sistem tunjangan pejabat negara.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Simbol-simbol budaya populer turut mewarnai aksi. Sejumlah mahasiswa mengibarkan bendera bajak laut <em>One Piece<\/em> (Jolly Roger) sebagai simbol perlawanan terhadap apa yang mereka sebut <strong>\u201cpembajakan uang rakyat\u201d<\/strong> oleh elit politik.<\/p>\n<p>Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam keterangan pers singkat menyatakan pihaknya bersedia menampung aspirasi mahasiswa.<\/p>\n<p>\u201cKami membuka ruang dialog. Semua kritik dan masukan akan kami dengarkan,\u201d kata Puan, Senin Sore (25\/8\/2025).<\/p>\n<p>Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan aparat bertindak sesuai prosedur.<\/p>\n<p><em>\u201cKami tidak menggunakan peluru tajam. Pengamanan bersifat humanis, namun tegas menghadapi perusakan fasilitas umum,\u201d<\/em> ujarnya, Senin Malam (25\/8\/2025).<\/p>\n<p>Polda juga menyayangkan keterlibatan pelajar sekolah menengah dalam aksi. Polisi meminta orang tua lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak mudah terseret provokasi.<\/p>\n<p>Kericuhan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Senayan lumpuh total. Beberapa rute TransJakarta dialihkan, sementara kendaraan pribadi mengular hingga ke Semanggi.<\/p>\n<p>Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk pos polisi, halte bus, dan pagar pembatas jalan. Api sempat terlihat berkobar di sekitar Jalan Gatot Subroto sebelum berhasil dipadamkan.<\/p>\n<p>Belum ada laporan korban jiwa. Namun, beberapa mahasiswa dan pelajar dilaporkan terluka akibat terkena gas air mata dan lemparan benda tumpul. Mereka dilarikan ke rumah sakit terdekat.<\/p>\n<p>Tempat terpisah, Pengamat politik menilai aksi ini menunjukkan meningkatnya ketegangan antara masyarakat\u2014khususnya generasi muda\u2014dengan elite politik.<\/p>\n<p><em>\u201cAda ketidakpuasan publik yang akut terhadap gaya hidup pejabat. Aksi mahasiswa kali ini adalah simbol keresahan generasi muda terhadap kesenjangan sosial,\u201d<\/em> ujar pengamat Universitas Indonesia, Arif Nugroho, Senin (25\/8\/2025).<\/p>\n<p>Hingga malam, aparat masih berjaga ketat di sekitar Gedung DPR\/MPR untuk mengantisipasi kerusuhan lanjutan.<\/p>\n<p>Bentrok 25 Agustus 2025 menjadi catatan serius bagi pemerintah dan DPR. Di satu sisi, aspirasi rakyat terkait keadilan anggaran harus diperhatikan. Di sisi lain, aksi massa yang berujung kekerasan juga menimbulkan kerugian dan risiko bagi masyarakat luas.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Jakarta. \u00a0\u2013 Aksi demonstrasi ribuan mahasiswa dan pelajar yang menolak besarnya tunjangan DPR RI berujung ricuh di depan Gedung DPR\/MPR RI, Senayan, Jakarta. Kericuhan pecah setelah massa melempar batu, botol, hingga merusak fasilitas publik, sementara aparat kepolisian membalas dengan gas air mata dan water cannon. Sejak pekan lalu, seruan aksi #TolakTunjanganDPR tersebar luas di [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":1635,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,3,36],"tags":[154],"class_list":["post-1632","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pemerintah","category-ragam","tag-tolaktunjangandpr"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1632"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1636,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1632\/revisions\/1636"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}