{"id":2394,"date":"2025-09-19T07:21:15","date_gmt":"2025-09-19T00:21:15","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=2394"},"modified":"2025-09-19T07:21:15","modified_gmt":"2025-09-19T00:21:15","slug":"gerhana-bulan-total-okultasi-venus-dan-gerhana-matahari-sebagian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/09\/19\/gerhana-bulan-total-okultasi-venus-dan-gerhana-matahari-sebagian\/","title":{"rendered":"Gerhana Bulan Total, Okultasi Venus, dan Gerhana Matahari Sebagian"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\">BONA NEWS. <span style=\"color: #3366ff;\">Medan,\u00a0<span style=\"color: #339966;\">Sumatera Utara. <\/span><\/span><\/span>&#8212; Indonesia kembali menjadi saksi berbagai fenomena astronomi menarik pada bulan September 2025. Dari <strong>Gerhana Bulan Total<\/strong> yang spektakuler hingga <strong>okultasi Venus<\/strong> dan <strong>gerhana matahari sebagian<\/strong> yang terlihat di beberapa wilayah Bumi, langit bulan ini menghadirkan pertunjukan alam yang memukau.<\/p>\n<p>Pada <strong>Minggu malam, 7 September 2025<\/strong>, seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan <strong>Gerhana Bulan Total<\/strong>, yang dikenal juga sebagai <strong>Blood Moon<\/strong>. Fenomena ini terjadi ketika <strong>Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan<\/strong>, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan dan membuatnya tampak berwarna merah.<\/p>\n<p><strong>Jadwal fase gerhana di Indonesia:<\/strong><\/p>\n<h3>WIB<\/h3>\n<ul>\n<li>Penumbra mulai: 22:26 WIB<\/li>\n<li>Sebagian mulai: 23:26 WIB<\/li>\n<li>Total mulai: 00:30 WIB (8 September)<\/li>\n<li>Puncak: 01:11 WIB<\/li>\n<li>Total berakhir: 01:53 WIB<\/li>\n<li>Sebagian berakhir: 02:56 WIB<\/li>\n<li>Penumbra berakhir: 03:56 WIB<\/li>\n<\/ul>\n<h3>WITA<\/h3>\n<ul>\n<li>Penumbra mulai: 23:26 WITA<\/li>\n<li>Sebagian mulai: 00:26 WITA (8 September)<\/li>\n<li>Total mulai: 01:30 WITA<\/li>\n<li>Puncak: 02:11 WITA<\/li>\n<li>Total berakhir: 02:53 WITA<\/li>\n<li>Sebagian berakhir: 03:56 WITA<\/li>\n<li>Penumbra berakhir: 04:56 WITA<\/li>\n<\/ul>\n<h3>WIT<\/h3>\n<ul>\n<li>Penumbra mulai: 00:26 WIT (8 September)<\/li>\n<li>Sebagian mulai: 01:26 WIT<\/li>\n<li>Total mulai: 02:30 WIT<\/li>\n<li>Puncak: 03:11 WIT<\/li>\n<li>Total berakhir: 03:53 WIT<\/li>\n<li>Sebagian berakhir: 04:56 WIT<\/li>\n<li>Penumbra berakhir: 05:56 WIT<\/li>\n<\/ul>\n<p>Fenomena ini dapat diamati di hampir seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke, dengan kondisi pengamatan terbaik pada fase totalitas. Durasi totalitas berlangsung sekitar <strong>82 menit<\/strong>, menjadikannya salah satu gerhana bulan paling menakjubkan tahun ini.<\/p>\n<p>Selain gerhana, <strong>19 September 2025<\/strong> menghadirkan fenomena langka lain: <strong>okultasi Venus oleh Bulan<\/strong>. Fenomena ini terjadi ketika Bulan secara sementara menutupi planet Venus, sehingga Venus tampak \u201chilang\u201d dari pengamatan mata telanjang.<\/p>\n<p>Fenomena ini dapat diamati di beberapa wilayah Indonesia, tergantung posisi pengamat dan kondisi cuaca. Okultasi Venus merupakan momen langka yang menarik bagi pengamat astronomi karena menampilkan gerakan relatif benda langit secara nyata.<\/p>\n<p>Pada <strong>21 September 2025<\/strong>, terjadi <strong>gerhana matahari sebagian<\/strong>, yang terlihat dari wilayah selatan Bumi seperti Australia bagian timur, Selandia Baru, sebagian Antartika, dan beberapa pulau di Pasifik.<\/p>\n<p>Gerhana ini memiliki <strong>magnitudo sekitar 0.855<\/strong>, yang berarti hampir 79% piringan Matahari tertutup oleh Bulan. Fenomena ini <strong>tidak terlihat dari Indonesia<\/strong>, namun menjadi salah satu peristiwa astronomi menarik bagi pengamat global.<\/p>\n<p><strong>Jadwal gerhana matahari sebagian:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Mulai: 17:29 WIB\u00a0 (waktu wilayah yang dapat melihat)<\/li>\n<li>Puncak: 19:41 WIB<\/li>\n<li>Akhir: 21:58 WIB<\/li>\n<\/ul>\n<p>Gerhana bulan total dan matahari sebagian September 2025 juga dapat diamati di berbagai belahan dunia lainnya. Gerhana bulan total memiliki durasi totalitas sekitar 82 menit dengan magnitudo 1.3638 dan dapat terlihat di Australia, Asia, dan Eropa.<\/p>\n<h2>Tips Mengamati<\/h2>\n<ul>\n<li>Fenomena bulan seperti <strong>gerhana total dan okultasi Venus<\/strong> dapat diamati <strong>dengan mata telanjang<\/strong>.<\/li>\n<li>Pilih lokasi <strong>terbuka dan gelap<\/strong> dari polusi cahaya.<\/li>\n<li>Gunakan <strong>tripod atau teleskop<\/strong> jika ingin mengabadikan fenomena ini melalui foto atau video.<\/li>\n<li><strong>Pantau siaran langsung BMKG<\/strong> untuk pengamatan yang tidak memungkinkan hadir langsung<\/li>\n<\/ul>\n<p>Fenomena astronomi bulan September 2025 menjadi pengingat akan keindahan alam semesta yang bisa disaksikan langsung dari Indonesia. Momen langka seperti ini menegaskan pentingnya mengamati dan mempelajari gerakan benda langit, baik untuk pendidikan maupun hiburan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS. Medan,\u00a0Sumatera Utara. &#8212; Indonesia kembali menjadi saksi berbagai fenomena astronomi menarik pada bulan September 2025. Dari Gerhana Bulan Total yang spektakuler hingga okultasi Venus dan gerhana matahari sebagian yang terlihat di beberapa wilayah Bumi, langit bulan ini menghadirkan pertunjukan alam yang memukau. Pada Minggu malam, 7 September 2025, seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2397,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,39,36],"tags":[],"class_list":["post-2394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-lingkungan-hidup","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2394"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2398,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2394\/revisions\/2398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}