{"id":2495,"date":"2025-09-22T02:26:14","date_gmt":"2025-09-21T19:26:14","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=2495"},"modified":"2025-09-22T02:26:14","modified_gmt":"2025-09-21T19:26:14","slug":"palestina-diakui-abbas-sambut-israel-marah-dunia-berubah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/09\/22\/palestina-diakui-abbas-sambut-israel-marah-dunia-berubah\/","title":{"rendered":"Palestina Diakui: Abbas Sambut, Israel Marah, Dunia Berubah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #0000ff;\">London \/\u00a0 Ottawa \/ Canberra, <span style=\"color: #008000;\">Inggris \/ Kanada \/ Australia. <\/span><\/span><\/span>\u2013 Dunia diplomasi internasional mencatat sejarah baru pada Minggu (21\/9), ketika tiga negara besar sekaligus, yakni <strong>Inggris, Kanada, dan Australia<\/strong>, secara resmi mengumumkan pengakuan terhadap <strong>Negara Palestina<\/strong>. Keputusan ini disampaikan hampir bersamaan oleh para pemimpin ketiga negara menjelang pertemuan tahunan <strong>Sidang Umum PBB ke-80<\/strong> di New York.<\/p>\n<p>Langkah tersebut sontak mengguncang peta politik global, memicu sambutan hangat dari rakyat Palestina dan dunia Arab, tetapi juga menuai kecaman keras dari Israel.<\/p>\n<h2>Latar Belakang Keputusan<\/h2>\n<p>Keputusan pengakuan Palestina tidak lahir secara tiba-tiba. Konflik Israel\u2013Palestina telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade, dengan isu paling utama menyangkut status Jerusalem, pendudukan wilayah Tepi Barat, blokade Gaza, serta hak kembali para pengungsi Palestina.<\/p>\n<p>Dalam dua tahun terakhir, situasi di Gaza memburuk drastis akibat operasi militer Israel yang disebut \u201coperasi keamanan\u201d, tetapi menurut laporan <strong>PBB<\/strong> telah menewaskan puluhan ribu warga sipil. Krisis kemanusiaan, keruntuhan infrastruktur, dan meningkatnya penderitaan rakyat Palestina menjadi sorotan tajam dunia internasional.<\/p>\n<p>Di tengah situasi tersebut, banyak negara menyerukan solusi <strong>dua negara<\/strong> sebagai jalan damai. Inggris, Kanada, dan Australia akhirnya memutuskan bahwa <strong>pengakuan resmi Palestina<\/strong> dapat memberi momentum baru bagi diplomasi.<\/p>\n<h3>Inggris<\/h3>\n<p>Perdana Menteri Inggris <strong>Keir Starmer<\/strong> menyampaikan pernyataan di London sebelum berangkat ke New York.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cHari ini, Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina. Langkah ini adalah bagian dari upaya membangkitkan kembali harapan perdamaian yang adil dan abadi bagi rakyat Israel maupun Palestina. Kami percaya, solusi dua negara adalah satu-satunya jalan menuju masa depan yang aman dan damai,\u201d kata Starmer, dikutip <strong>AP News (21\/9\/2025)<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Kanada<\/h3>\n<p>Dari Ottawa, Perdana Menteri <strong>Mark Carney<\/strong> menegaskan komitmen Kanada terhadap perdamaian Timur Tengah.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPengakuan ini bukan sekadar simbol, melainkan wujud nyata kemitraan kami dalam membangun masa depan yang damai dan bermartabat bagi kedua bangsa. Rakyat Palestina berhak atas sebuah negara, sebagaimana rakyat Israel berhak atas rasa aman,\u201d ujarnya, seperti dilansir <strong>Reuters (21\/9\/2025)<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Australia<\/h3>\n<p>Sementara itu, Perdana Menteri Australia <strong>Anthony Albanese<\/strong> menyampaikan bahwa keputusan ini selaras dengan nilai-nilai yang selama ini dijunjung Australia.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cAustralia telah lama mendukung solusi dua negara. Dengan pengakuan ini, kami ingin menegaskan bahwa hak rakyat Palestina untuk memiliki negara merdeka adalah bagian dari keadilan internasional. Kami tetap menyerukan agar semua pihak menghentikan kekerasan dan kembali ke meja perundingan,\u201d tegasnya, menurut <strong>The Guardian (21\/9\/2025)<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<h2>Reaksi Palestina<\/h2>\n<p>Presiden <strong>Mahmoud Abbas<\/strong> segera menyambut baik keputusan tersebut. Dalam pidato singkat di Ramallah, ia menyebut pengakuan itu sebagai \u201c<strong><em>cahaya harapan\u201d<\/em><\/strong> setelah bertahun-tahun penderitaan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKami menyambut dengan penuh rasa hormat keputusan bersejarah Inggris, Kanada, dan Australia. Ini adalah langkah penting menuju perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan solusi dua negara. Kami menyerukan negara-negara lain untuk mengikuti jejak ini,\u201d ujar Abbas, dikutip <strong>Al Jazeera (21\/9\/2025)<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pemerintah Palestina menilai pengakuan tersebut bukan hanya simbolik, tetapi juga sinyal kuat bahwa komunitas internasional semakin berpihak pada prinsip keadilan dan hak asasi manusia.<\/p>\n<h2>Reaksi Israel<\/h2>\n<p>Sebaliknya, Israel menanggapi dengan kemarahan. Perdana Menteri <strong>Benjamin Netanyahu<\/strong> mengecam keputusan itu dalam konferensi pers di Yerusalem.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPengakuan terhadap Negara Palestina di saat serangan teror Hamas masih berlangsung adalah hadiah bagi terorisme. Selama saya menjabat, negara Palestina tidak akan pernah berdiri di sebelah barat Sungai Yordan,\u201d kata Netanyahu, sebagaimana dilansir <strong>AP News (21\/9\/2025)<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<p>Israel menilai langkah tiga negara Barat itu hanya akan memperkeruh situasi dan memperlemah upaya negosiasi. Netanyahu juga memanggil pulang duta besar Israel dari London, Ottawa, dan Canberra sebagai bentuk protes diplomatik.<\/p>\n<p>Keputusan Inggris, Kanada, dan Australia mendapat perhatian luas. Sejumlah negara Eropa, termasuk <strong>Irlandia, Spanyol, Norwegia, dan Slovenia<\/strong>, sebelumnya telah mengakui Palestina. Kini, langkah tiga negara berpengaruh itu diperkirakan akan mendorong gelombang baru pengakuan internasional.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Uni Eropa<\/strong> menyambut hati-hati, dengan menegaskan bahwa solusi dua negara harus dihidupkan kembali.<\/li>\n<li><strong>Amerika Serikat<\/strong>, sekutu utama Israel, belum memberikan pengakuan resmi tetapi menyatakan \u201cmenghormati keputusan\u201d tiga negara tersebut.<\/li>\n<li><strong>Mesir, Qatar, dan Turki<\/strong> memuji langkah itu sebagai langkah progresif untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Implikasi Geopolitik<\/h2>\n<p>Pengakuan Palestina oleh Inggris, Kanada, dan Australia memiliki dampak geopolitik yang signifikan.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Tekanan pada Israel<\/strong><br \/>\nIsrael kini menghadapi isolasi diplomatik yang semakin besar, terutama dari negara-negara Barat yang selama ini menjadi sekutunya.<\/li>\n<li><strong>Momentum bagi Palestina<\/strong><br \/>\nPalestina semakin mendapatkan legitimasi internasional, yang dapat memperkuat posisinya di forum global seperti <strong>PBB<\/strong>.<\/li>\n<li><strong>Dinamika di PBB<\/strong><br \/>\nPengakuan ini datang menjelang Sidang Umum PBB ke-80. Ada spekulasi bahwa resolusi baru mengenai Palestina akan dibawa ke meja sidang dengan dukungan lebih luas.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sekretaris Jenderal <strong>PBB, Ant\u00f3nio Guterres<\/strong>, menyampaikan harapan agar langkah ini menjadi awal baru.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPengakuan Palestina oleh tiga negara besar merupakan perkembangan yang penting. Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menggunakan momentum ini guna menghidupkan kembali proses perdamaian,\u201d katanya, dilaporkan <strong>Reuters (21\/9\/2025)<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<p>Sementara itu, organisasi <strong>Human Rights Watch<\/strong> dan <strong>Amnesty International<\/strong> menyatakan bahwa pengakuan ini sejalan dengan prinsip hak asasi manusia internasional.<\/p>\n<p>Meskipun pengakuan Palestina oleh Inggris, Kanada, dan Australia merupakan capaian besar, tantangan masih membentang:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Status Jerusalem<\/strong> masih menjadi isu paling rumit. Israel mengklaim seluruh kota sebagai ibu kota, sementara Palestina menuntut Jerusalem Timur.<\/li>\n<li><strong>Permukiman Israel di Tepi Barat<\/strong> terus meluas, bertentangan dengan hukum internasional menurut resolusi PBB.<\/li>\n<li><strong>Kekerasan di Gaza<\/strong> belum menunjukkan tanda mereda. Serangan roket, blokade, dan operasi militer masih terus berlangsung.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pengakuan resmi Negara Palestina oleh <strong>Inggris, Kanada, dan Australia<\/strong> menandai titik balik penting dalam diplomasi global. Meski tidak serta merta menghentikan konflik, langkah ini telah membuka babak baru dalam perjuangan panjang rakyat Palestina menuju kemerdekaan.<\/p>\n<p>Seperti kata Presiden Mahmoud Abbas:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cIni bukan akhir, tetapi awal dari jalan panjang menuju perdamaian yang sejati.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Dengan sorotan dunia kini tertuju ke Sidang Umum PBB, pertanyaan besar pun mengemuka: apakah gelombang pengakuan ini akan mengubah realitas politik di lapangan, ataukah sekadar menambah catatan panjang simbolisme diplomatik.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0London \/\u00a0 Ottawa \/ Canberra, Inggris \/ Kanada \/ Australia. \u2013 Dunia diplomasi internasional mencatat sejarah baru pada Minggu (21\/9), ketika tiga negara besar sekaligus, yakni Inggris, Kanada, dan Australia, secara resmi mengumumkan pengakuan terhadap Negara Palestina. Keputusan ini disampaikan hampir bersamaan oleh para pemimpin ketiga negara menjelang pertemuan tahunan Sidang Umum PBB ke-80 [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2498,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,33,87],"tags":[199],"class_list":["post-2495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-internasional","category-politik","tag-savepalestine"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2495"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2499,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2495\/revisions\/2499"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}