{"id":3022,"date":"2025-10-02T14:20:38","date_gmt":"2025-10-02T07:20:38","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=3022"},"modified":"2025-10-02T14:20:38","modified_gmt":"2025-10-02T07:20:38","slug":"kisruh-ppp-2025-mardiono-vs-agus-suparmanto-siapa-yang-sah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/10\/02\/kisruh-ppp-2025-mardiono-vs-agus-suparmanto-siapa-yang-sah\/","title":{"rendered":"Kisruh PPP 2025: Mardiono vs Agus Suparmanto, Siapa yang Sah?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #0000ff;\">Jakarta,\u00a0<span style=\"color: #008000;\">Indonesia. <\/span><\/span><\/span>&#8212; Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menjadi sorotan publik setelah Muktamar X yang digelar pada 27\u201329 September 2025 di Ancol, Jakarta. Muktamar ini menghasilkan dua kubu yang saling mengklaim sebagai kepengurusan sah PPP periode 2025\u20132030: kubu <strong>Muhammad Mardiono<\/strong> dan kubu <strong>Agus Suparmanto<\/strong>.<\/p>\n<p>Kericuhan sempat mewarnai jalannya muktamar. Beberapa kader mengalami luka-luka akibat bentrokan fisik, menandakan ketegangan yang tinggi di tubuh partai yang telah berusia lebih dari 50 tahun ini.<\/p>\n<p>Pada 1 Oktober 2025, <strong>Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman Andi Agtas<\/strong>, menandatangani Surat Keputusan (SK) yang mengesahkan kepengurusan PPP di bawah kepemimpinan <strong>Muhammad Mardiono<\/strong> sebagai Plt Ketua Umum.<\/p>\n<p>Keputusan ini diambil setelah Kemenkumham melakukan verifikasi administratif dan menyatakan bahwa kepengurusan tersebut sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD\/ART) partai yang sah.<\/p>\n<p>Sejumlah DPW, termasuk DPW Papua Raya, menyatakan dukungan terhadap kepengurusan Mardiono, menilai SK ini menjadi titik terang untuk konsolidasi internal partai.<\/p>\n<h2>Mahkamah Partai Tegaskan Agus Suparmanto Sah<\/h2>\n<p>Meski pemerintah telah mengesahkan kubu Mardiono, <strong>Mahkamah Partai PPP<\/strong> menegaskan bahwa <strong>Agus Suparmanto<\/strong> adalah Ketua Umum yang sah berdasarkan hasil Muktamar X.<\/p>\n<p>Mahkamah Partai menilai proses pemilihan Agus telah melalui mekanisme partai yang sah, sesuai AD\/ART PPP, dan menegaskan <strong>tidak ada dualisme kepemimpinan<\/strong>.<\/p>\n<p>Hal ini memunculkan situasi unik: secara administratif pemerintah mengakui Mardiono, sementara Mahkamah Partai mengakui Agus.<\/p>\n<p>Kubu Agus Suparmanto menilai pengesahan pemerintah tidak sejalan dengan keputusan Muktamar X. Namun, mereka tetap membuka peluang rekonsiliasi demi menjaga soliditas partai.<\/p>\n<p>Beberapa DPW yang awalnya mendukung Agus juga mulai menunggu langkah-langkah konsolidasi dari kubu Mardiono agar perpecahan tidak berkepanjangan.<\/p>\n<h2>Konflik Internal di DPW PPP Sumatera Selatan<\/h2>\n<p>Sebelum Muktamar X, PPP sempat menghadapi konflik internal di <strong>DPW Sumatera Selatan (Sumsel)<\/strong>.<\/p>\n<p>Pada Mei 2024, DPP PPP mengambil alih kepemimpinan DPW Sumsel setelah 13 DPC se-Sumsel menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPW, <strong>Agus Sutikno<\/strong>. Pengambilalihan ini menunjukkan bahwa konflik internal bukan hal baru bagi PPP dan menjadi salah satu faktor yang memicu polemik nasional.<\/p>\n<h2>Menurunnya\u00a0 Elektabilitas PPP<\/h2>\n<p>Polemik kepengurusan berpotensi memengaruhi citra dan stabilitas partai menjelang Pemilu 2029. Konflik internal yang berkepanjangan bisa mengganggu konsolidasi partai, mengurangi kepercayaan kader, dan memengaruhi elektabilitas.<\/p>\n<p>Bagi PPP, penting untuk menyelesaikan konflik ini dengan cepat. Jika tidak, partai bisa kehilangan momentum dalam persiapan Pemilu dan Pilkada mendatang.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>Siapa yang Sah?<\/h2>\n<p>Berdasarkan fakta hukum dan mekanisme internal PPP:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Muhammad Mardiono<\/strong> \u2192 Sah secara administratif menurut <strong>Kemenkumham<\/strong> (Plt Ketua Umum).<\/li>\n<li><strong>Agus Suparmanto<\/strong> \u2192 Sah secara partai menurut <strong>Mahkamah Partai PPP<\/strong> (Ketua Umum versi Muktamar X).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan kata lain, keduanya memiliki klaim sah, tetapi dari perspektif yang berbeda: pemerintah vs mekanisme partai.<\/p>\n<p>Kisruh kepengurusan PPP 2025 antara kubu Mardiono dan Agus Suparmanto menunjukkan tantangan internal partai yang serius.<\/p>\n<ul>\n<li>Pemerintah tetap netral dan hanya mengesahkan secara administratif.<\/li>\n<li>Mahkamah Partai menegaskan legitimasi kepemimpinan Agus.<\/li>\n<li>PPP perlu menyelesaikan konflik ini demi soliditas internal dan persiapan Pemilu 2029.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Netizen, pengamat politik, dan kader partai kini menunggu langkah konsolidasi berikutnya. Apakah kubu Mardiono dan Agus Suparmanto bisa berdamai, atau perpecahan ini akan berlanjut? Hanya waktu yang bisa menjawab.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Jakarta,\u00a0Indonesia. &#8212; Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali menjadi sorotan publik setelah Muktamar X yang digelar pada 27\u201329 September 2025 di Ancol, Jakarta. Muktamar ini menghasilkan dua kubu yang saling mengklaim sebagai kepengurusan sah PPP periode 2025\u20132030: kubu Muhammad Mardiono dan kubu Agus Suparmanto. Kericuhan sempat mewarnai jalannya muktamar. Beberapa kader mengalami luka-luka akibat bentrokan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3029,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,8,3,87],"tags":[],"class_list":["post-3022","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-organisasi","category-pemerintah","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3022","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3022"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3022\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3030,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3022\/revisions\/3030"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3029"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3022"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3022"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3022"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}