{"id":3624,"date":"2025-10-22T23:00:31","date_gmt":"2025-10-22T16:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=3624"},"modified":"2025-10-22T23:00:31","modified_gmt":"2025-10-22T16:00:31","slug":"indonesia-dan-afrika-selatan-sepakati-kolaborasi-strategis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/10\/22\/indonesia-dan-afrika-selatan-sepakati-kolaborasi-strategis\/","title":{"rendered":"Indonesia dan Afrika Selatan Sepakati Kolaborasi Strategis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #0000ff;\">Jakarta,\u00a0<span style=\"color: #008000;\">Indonesia. <\/span><\/span><\/span>\u00a0\u2014 Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Afrika Selatan mencapai babak baru dengan dilaksanakannya <strong>kunjungan kenegaraan resmi Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, ke Indonesia<\/strong>. Kunjungan ini menandai penguatan kemitraan strategis dua negara berkembang yang sama-sama berpengaruh di kawasan masing-masing.<\/p>\n<p>Presiden Republik Indonesia (RI),\u00a0 <strong>Prabowo Subianto<\/strong> menyambut langsung tamunya di <strong>Istana Merdeka, Jakarta<\/strong>, dalam upacara kenegaraan penuh kehormatan, Rabu pagi (22\/10\/2025). Dua lagu kebangsaan berkumandang, dentuman meriam 21 kali mengiringi langkah kedua pemimpin yang berdiri berdampingan di atas karpet merah.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSelamat datang di Jakarta, sahabat saya Presiden Ramaphosa,\u201d ujar Presiden <strong>Prabowo Subianto<\/strong>.<\/p>\n<p>Ramaphosa membalas, \u201cTerima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Indonesia selalu menjadi sahabat penting bagi Afrika Selatan.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<hr \/>\n<h3><strong>Simbol Persahabatan Asia\u2013Afrika<\/strong><\/h3>\n<p>Kunjungan Ramaphosa menjadi momen bersejarah, bertepatan dengan <strong>30 tahun hubungan diplomatik Indonesia\u2013Afrika Selatan<\/strong> yang terjalin sejak 1994 \u2014 tahun berakhirnya apartheid dan awal demokrasi Afrika Selatan.<\/p>\n<p>Prabowo menyebut, \u201cIndonesia dan Afrika Selatan punya ikatan sejarah panjang sejak Konferensi Asia\u2013Afrika 1955. Kita sama-sama berasal dari Selatan dunia yang ingin berdiri sejajar di panggung global.\u201d<\/p>\n<p>Ramaphosa menambahkan, \u201cIndonesia adalah jembatan kami menuju Asia Tenggara, kawasan yang berkembang pesat dan penuh peluang. Kami ingin memperdalam kerja sama ekonomi, energi, dan pendidikan.\u201d<\/p>\n<h3><strong>Pertemuan Bilateral dan Penandatanganan MoU<\/strong><\/h3>\n<p>Usai upacara penyambutan, kedua kepala negara menggelar <strong>pertemuan bilateral<\/strong> di Istana Merdeka, didampingi oleh <strong>Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono<\/strong> dan <strong>Minister of International Relations and Cooperation Afrika Selatan Ronald Lamola<\/strong>.<\/p>\n<p>Tiga <strong>Nota Kesepahaman (MoU)<\/strong> ditandatangani pada kesempatan itu:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kerja Sama Pertahanan dan Industri Strategis<\/strong>, mencakup pelatihan militer, riset, dan potensi produksi alutsista bersama.<\/li>\n<li><strong>Kerja Sama Pendidikan dan Riset<\/strong>, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen antara universitas negeri kedua negara.<\/li>\n<li><strong>Kerja Sama Perdagangan dan Investasi<\/strong>, fokus pada sektor logistik, energi hijau, dan manufaktur ringan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Menlu <strong>Sugiono<\/strong> menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata memperluas jangkauan diplomasi Indonesia.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cAfrika Selatan adalah mitra strategis dan pintu gerbang utama Indonesia ke benua Afrika. Kami menargetkan peningkatan perdagangan dua arah minimal 40 % dalam dua tahun mendatang,\u201d ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Sedangkan <strong>Ronald Lamola<\/strong> menyebut, <em>\u201cKami menyambut baik komitmen Indonesia untuk menanamkan investasi dan memperluas kerja sama energi bersih. Ini sinyal kuat dari dua kekuatan Selatan dunia.\u201d<\/em><\/p>\n<h3><strong>Data Perdagangan: Naik 35 Persen dalam Setahun<\/strong><\/h3>\n<p>Berdasarkan data resmi <strong>Badan Pusat Statistik (BPS)<\/strong> dan <strong>TradingEconomics (2024)<\/strong>:<\/p>\n<ul>\n<li>Nilai <strong>ekspor Indonesia ke Afrika Selatan<\/strong> mencapai <strong>US$ 0,78 miliar<\/strong>, naik dari US$ 0,57 miliar tahun sebelumnya.<\/li>\n<li>Nilai <strong>impor Indonesia dari Afrika Selatan<\/strong> mencapai <strong>US$ 1,62 miliar<\/strong>, dengan peningkatan terutama di sektor batu bara, logam, dan bahan kimia industri.<\/li>\n<li>Total <strong>volume perdagangan dua arah<\/strong> tercatat sekitar <strong>US$ 2,4 miliar<\/strong>, meningkat <strong>35 % dibanding 2023<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Indonesia mengekspor <strong>karet, tekstil, otomotif, minyak sawit mentah (CPO),<\/strong> dan <strong>produk elektronik<\/strong>, sementara Afrika Selatan memasok <strong>batu bara, besi, baja, dan kimia dasar<\/strong>.<\/p>\n<p>Pemerintah kedua negara juga sepakat membentuk <strong>Forum Bisnis Indonesia\u2013Afrika Selatan (SAIF 2025)<\/strong> untuk mempertemukan pelaku usaha dari dua negara secara rutin setiap tahun.<\/p>\n<h3><strong>Kerja Sama Pertahanan dan Energi Hijau<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam bidang pertahanan, kerja sama diarahkan pada <strong>transfer teknologi dan pelatihan gabungan<\/strong>, mengingat kedua negara memiliki industri pertahanan mandiri: <strong>PT Pindad<\/strong> dan <strong>Denel Defence<\/strong>.<br \/>\nPrabowo menilai, sinergi ini penting di tengah ketegangan geopolitik global.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKemandirian pertahanan tidak bisa dibangun sendiri. Indonesia dan Afrika Selatan punya potensi besar untuk saling melengkapi,\u201d katanya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Sementara di sektor energi, kedua negara menandatangani <strong>inisiatif bersama pengembangan biofuel dan tenaga surya<\/strong>, dengan pilot project di kawasan Kalimantan Timur dan Northern Cape.<\/p>\n<h3><strong>Forum Bisnis dan Pertemuan Diaspora<\/strong><\/h3>\n<p>Pada sore harinya, Presiden Ramaphosa menghadiri <strong>Forum Bisnis Indonesia\u2013Afrika Selatan 2025<\/strong> di Jakarta Convention Center. Lebih dari 150 pelaku usaha hadir, termasuk perwakilan Kadin, BUMN, dan perusahaan energi dari Afrika Selatan.<br \/>\nAcara itu menghasilkan beberapa kesepakatan awal (LoI) di sektor <strong>logistik, fintech, dan pertambangan hijau<\/strong>.<\/p>\n<p>Ramaphosa juga menyempatkan diri <strong>bertemu warga dan diaspora Afrika Selatan<\/strong> di Jakarta, memuji kontribusi mereka dalam mempererat hubungan masyarakat antarnegara.<\/p>\n<p>Kunjungan Ramaphosa ke Indonesia menjadi puncak dari lawatan tiga negara di Asia Tenggara setelah Thailand dan Malaysia.<br \/>\nIndonesia, menurutnya, memainkan peran kunci dalam memperkuat kerja sama Selatan\u2013Selatan di tingkat global, terutama dalam forum <strong>BRICS+<\/strong> dan <strong>G77+China<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKami dan Indonesia sama-sama percaya dunia multipolar harus memberi ruang setara bagi negara berkembang,\u201d kata Ramaphosa.<\/p>\n<p>Prabowo menambahkan, \u201cKita ingin hubungan ini bukan sekadar hubungan ekonomi, tapi juga hubungan nilai \u2014 saling menghormati, saling memperkuat.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Kunjungan Presiden Cyril Ramaphosa ke Indonesia menandai langkah besar dalam upaya mempererat hubungan Asia\u2013Afrika di era baru.<br \/>\nDi balik simbol upacara dan diplomasi, kunjungan ini memperlihatkan tekad dua negara berkembang untuk saling menopang dalam menghadapi tantangan global: energi, keamanan, dan keadilan ekonomi.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cHari ini kita menulis bab baru sejarah Asia\u2013Afrika,\u201d ujar Prabowo dalam penutupan pertemuan.<br \/>\n\u201cDan bab itu akan ditulis bersama \u2014 dengan tinta persahabatan dan kerja sama sejati.\u201d<\/p><\/blockquote>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Jakarta,\u00a0Indonesia. \u00a0\u2014 Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Afrika Selatan mencapai babak baru dengan dilaksanakannya kunjungan kenegaraan resmi Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, ke Indonesia. Kunjungan ini menandai penguatan kemitraan strategis dua negara berkembang yang sama-sama berpengaruh di kawasan masing-masing. Presiden Republik Indonesia (RI),\u00a0 Prabowo Subianto menyambut langsung tamunya di Istana Merdeka, Jakarta, dalam upacara [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3628,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,33,3,220],"tags":[],"class_list":["post-3624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-internasional","category-pemerintah","category-pusat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3624"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3624\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3629,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3624\/revisions\/3629"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}