{"id":3630,"date":"2025-10-22T23:41:44","date_gmt":"2025-10-22T16:41:44","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=3630"},"modified":"2025-10-22T23:41:45","modified_gmt":"2025-10-22T16:41:45","slug":"resolusi-jihad-hingga-era-global-makna-mendalam-hari-santri-nasional-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/10\/22\/resolusi-jihad-hingga-era-global-makna-mendalam-hari-santri-nasional-2025\/","title":{"rendered":"Resolusi Jihad hingga Era Global: Makna Mendalam Hari Santri Nasional 2025"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #0000ff;\">Jakarta,\u00a0<span style=\"color: #339966;\">Indonesia. <\/span><\/span><\/span>&#8212; Hari ini, Rabu 22 Oktober 2025, bangsa Indonesia memperingati <strong>Hari Santri Nasional (HSN) apel utama tingkat nasional dipusatkan di Lapangan Silang Monas, Jakarta.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>HSN dengan tema besar <em>\u201cMengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.\u201d <\/em><\/p>\n<p>Tema ini mencerminkan semangat santri untuk tidak hanya menjaga nilai-nilai perjuangan dan kemerdekaan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun peradaban modern yang berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan.<\/p>\n<p>Hari Santri ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Penetapan tanggal <strong>22 Oktober<\/strong> mengacu pada peristiwa bersejarah <strong>Resolusi Jihad<\/strong> yang dikeluarkan oleh <strong>KH Hasyim Asy\u2019ari<\/strong> pada 22 Oktober 1945 di Surabaya.<br \/>\nSeruan ini menegaskan bahwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia merupakan kewajiban setiap muslim. Seruan tersebut menjadi pemicu perlawanan rakyat, termasuk pertempuran besar 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.<\/p>\n<h3><strong>Kado Hari Santri: Pembentukan Ditjen Pesantren<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam momentum Hari Santri 2025, pemerintah memberikan kabar penting bagi dunia pesantren. <strong>Presiden Prabowo Subianto<\/strong> secara resmi menyetujui pembentukan <strong>Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren)<\/strong> di lingkungan <strong>Kementerian Agama RI<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Menteri Agama, Nasaruddin Umar<\/strong>, menyampaikan bahwa keputusan tersebut adalah \u201ckado negara\u201d untuk kalangan pesantren.<br \/>\nDalam keterangan resminya, beliau menegaskan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cPembentukan Ditjen Pesantren adalah bentuk penghargaan negara kepada pesantren yang selama ini berkontribusi besar bagi bangsa. Dengan adanya Ditjen Pesantren, pembinaan dan pengembangan pesantren akan lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Langkah ini diharapkan memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang mandiri.<\/p>\n<h3><strong>Amanat Menteri Agama: Santri Harus Kuasai Dunia Modern<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam apel nasional Hari Santri 2025 yang dipusatkan di Lapangan Silang Monas, <strong>Menteri Agama Nasaruddin Umar<\/strong> menyampaikan amanat penuh semangat kepada jutaan santri di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam pidatonya, Menag menegaskan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cHari Santri tahun 2025 adalah hari yang istimewa. Santri tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Beliau juga menambahkan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKepada seluruh santri di Tanah Air, saya berpesan: jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Pesan ini menandai pergeseran paradigma santri di era modern \u2014 bukan lagi sekadar penjaga nilai spiritual, tetapi juga pionir inovasi dan kemajuan.<\/p>\n<h3><strong>Pesan Ketua Umum PBNU: Persatuan Umat dan Bangsa<\/strong><\/h3>\n<p>Dalam momentum yang sama, <strong>Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)<\/strong>, <strong>KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)<\/strong>, menyampaikan amanat kebangsaan yang menggetarkan.<\/p>\n<p>Beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah tantangan global.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSeruan paling mendasar dari Hari Santri adalah bersatu menghadapi tantangan bangsa. Tidak ada satu pun elemen bangsa yang mampu menghadapi ujian ini sendirian.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Dalam penutup pidatonya, Gus Yahya mengutip pesan spiritual yang menjadi ciri khas santri:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMasuklah ke dalam kehidupan dengan cinta, kasih sayang, dan persatuan lahir batin. Dan semangat ini bukan hanya milik Nahdlatul Ulama, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<h3><strong>Tema 2025: Menjaga Kemerdekaan, Membangun Peradaban<\/strong><\/h3>\n<p>Tema <em>\u201cMengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia\u201d<\/em> memuat dua pesan besar:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Mengawal Indonesia Merdeka<\/strong><br \/>\nSantri adalah garda moral dan spiritual penjaga kemerdekaan. Mereka berperan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman.<\/li>\n<li><strong>Menuju Peradaban Dunia<\/strong><br \/>\nSantri dituntut menjadi bagian dari arus global yang membawa nilai Islam rahmatan lil \u2018alamin \u2014 Islam yang moderat, beradab, dan damai.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Peringatan Hari Santri kali ini mengajak seluruh pesantren untuk membuka diri terhadap dunia luar, memperkuat literasi digital, serta mengembangkan ekonomi berbasis pesantren.<\/p>\n<p>Dari Aceh hingga Papua, upacara Hari Santri digelar serentak pada pukul 07.00 pagi waktu setempat.<br \/>\nRangkaian kegiatan meliputi:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Apel dan pembacaan Ikrar Santri<\/strong><\/li>\n<li><strong>Zikir dan doa kebangsaan<\/strong><\/li>\n<li><strong>Lomba Santripreneur dan Inovasi Pesantren<\/strong><\/li>\n<li><strong>Penganugerahan Pesantren Awards 2025<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Ribuan santri memenuhi lapangan upacara di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Makassar. Di sebagian daerah, kegiatan diakhiri dengan \u201cKirab Santri Nusantara\u201d yang menjadi simbol kebersamaan dan cinta tanah air.<\/p>\n<h3><strong>Kotak Sejarah: Ekstrak Naskah Resolusi Jihad 22 Oktober 1945<\/strong><\/h3>\n<blockquote><p><strong>Bismillahirrahmanirrahim<\/strong><\/p>\n<p>Resolusi:<br \/>\nRapat besar wakil-wakil daerah (Konsul-konsul) Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura pada 21\u201322 Oktober 1945 di Surabaya.<\/p>\n<p>Menimbang:<br \/>\nBahwa mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum Islam termasuk kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam.<\/p>\n<p>Memutuskan:<\/p>\n<ol>\n<li>Memohon kepada Pemerintah Republik Indonesia agar menentukan sikap nyata terhadap upaya yang membahayakan kemerdekaan dan agama.<\/li>\n<li>Menyerukan kepada umat Islam untuk melanjutkan perjuangan bersifat \u201csabilillah\u201d demi tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Surabaya, 22 Oktober 1945<\/strong><br \/>\n<strong>Nahdlatul Ulama<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Naskah inilah yang menjadi landasan lahirnya Hari Santri Nasional dan setiap tahun dibacakan kembali untuk mengingatkan peran historis santri dalam perjuangan kemerdekaan.<\/p>\n<h3><strong>Santri di Panggung Global<\/strong><\/h3>\n<p>Pembentukan Ditjen Pesantren bukan hanya langkah administratif, melainkan pengakuan negara bahwa pesantren adalah bagian penting dari sistem pendidikan nasional.<br \/>\nNamun tantangan ke depan sangat besar: digitalisasi pesantren, pemerataan sumber daya, dan kesiapan kurikulum menghadapi dunia global.<\/p>\n<p>Santri masa kini dihadapkan pada dua tuntutan besar: menjaga tradisi dan menjemput masa depan. Santri yang bisa menyeimbangkan keduanya akan menjadi motor kemajuan bangsa di era peradaban dunia.<\/p>\n<p>Hari Santri Nasional 2025 adalah momentum reflektif bagi seluruh bangsa Indonesia. Santri bukan sekadar simbol masa lalu, tetapi garda depan masa depan.<br \/>\nMereka adalah penjaga moral, pembangun peradaban, dan pengawal kemerdekaan yang hakiki.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSantri harus terus mengawal Indonesia yang merdeka ini menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.\u201d<br \/>\n\u2014 KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU.<\/p><\/blockquote>\n<p><em><strong>Selamat Hari Santri Nasional 2025.<\/strong><\/em><br \/>\n<em><strong>Dari pesantren untuk bangsa, dari bangsa menuju peradaban dunia.<\/strong><\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Jakarta,\u00a0Indonesia. &#8212; Hari ini, Rabu 22 Oktober 2025, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional (HSN) apel utama tingkat nasional dipusatkan di Lapangan Silang Monas, Jakarta.\u00a0 HSN dengan tema besar \u201cMengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.\u201d Tema ini mencerminkan semangat santri untuk tidak hanya menjaga nilai-nilai perjuangan dan kemerdekaan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3633,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,3,28],"tags":[],"class_list":["post-3630","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-pemerintah","category-pendidikan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3630","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3630"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3630\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3634,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3630\/revisions\/3634"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}