{"id":3853,"date":"2025-10-29T05:07:50","date_gmt":"2025-10-28T22:07:50","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=3853"},"modified":"2025-10-29T05:07:50","modified_gmt":"2025-10-28T22:07:50","slug":"daftar-10-orang-terkaya-di-indonesia-energi-teknologi-dan-dinasti-uang-lama-yang-masih-perkasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/10\/29\/daftar-10-orang-terkaya-di-indonesia-energi-teknologi-dan-dinasti-uang-lama-yang-masih-perkasa\/","title":{"rendered":"Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia : Energi, Teknologi, dan Dinasti Uang Lama yang Masih Perkasa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #0000ff;\">Medan,\u00a0<span style=\"color: #008000;\">Sumatera Utara. <\/span><\/span><\/span>\u2014 Forbes kembali merilis daftar tahunan orang-orang terkaya di Indonesia yang mencerminkan wajah ekonomi nasional: campuran antara penguasa energi, raksasa finansial, taipan teknologi, serta dinasti bisnis lintas generasi. Tahun 2025 menjadi periode yang menarik \u2014 karena di tengah gejolak harga energi global dan tekanan ekonomi pasca-pandemi, sejumlah nama lama tetap kokoh di puncak, sementara wajah baru mulai muncul dari sektor digital dan infrastruktur data.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan <em>Forbes Real-Time Billionaires Index<\/em> dan riset Katadata Insight Center per Oktober 2025, total kekayaan sepuluh orang terkaya di Indonesia mencapai lebih dari <strong>US$ 165 miliar<\/strong>, atau setara dengan <strong>Rp 2.580 triliun<\/strong>. Angka ini meningkat sekitar 8% dibanding tahun lalu, meski beberapa konglomerat mengalami fluktuasi akibat pergerakan saham dan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 16.500 per dolar AS.<\/p>\n<p>Berikut daftar <strong>10 orang terkaya di Indonesia per 28 Oktober 2025 versi Bona News<\/strong>, disertai profil bisnis dan sumber kekayaannya.<\/p>\n<h2><strong>1. Low Tuck Kwong \u2014 Raja Batu Bara yang Beralih ke Energi Hijau<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kekayaan:<\/strong> US$ 27,1 miliar (\u00b1 Rp 447 triliun)<\/li>\n<li><strong>Sumber:<\/strong> Tambang batu bara, energi terbarukan (Bayan Resources, GLE, Metis Energy)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah penurunan tajam harga saham Barito Group yang menekan kekayaan Prajogo Pangestu, posisi puncak tahun ini diambil alih oleh <strong>Low Tuck Kwong<\/strong>, pendiri dan pemilik <strong>PT Bayan Resources Tbk<\/strong>, salah satu eksportir batu bara terbesar di Indonesia.<br \/>\nNamun yang menarik, pria kelahiran Singapura tahun 1948 ini bukan sekadar \u201craja batu bara.\u201d Ia kini aktif berinvestasi pada <strong>energi surya dan angin<\/strong> di bawah bendera <strong>Metis Energy Holdings<\/strong>, sebagai langkah transisi ke arah energi bersih.<\/p>\n<p>Analis pasar menilai strategi Low Tuck Kwong untuk mendiversifikasi asetnya sebagai langkah visioner. Sementara dunia mulai beralih dari bahan bakar fosil, ia menyiapkan portofolio baru untuk menghadapi era dekarbonisasi.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cLow Tuck Kwong adalah simbol adaptasi konglomerat lama terhadap ekonomi hijau,\u201d ujar ekonom Katadata Insight Center, Wulan Putri, kepada <strong>BonaNews.my.id<\/strong>.<\/p><\/blockquote>\n<h2><strong>2. Robert Budi Hartono \u2014 Dari Djarum ke BCA, Dinasti yang Tak Lekang Zaman<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kekayaan:<\/strong> US$ 21,2 miliar (\u00b1 Rp 350 triliun)<\/li>\n<li><strong>Sumber:<\/strong> Rokok (Djarum Group), perbankan (BCA), properti, teknologi<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bersama saudaranya <strong>Michael Hartono<\/strong>, Robert tetap menjadi figur tak tergoyahkan di dunia bisnis Indonesia. Djarum Group, yang didirikan ayah mereka Oei Wie Gwan pada 1951, kini berkembang jauh melampaui industri rokok.<br \/>\nMereka mengendalikan <strong>Bank Central Asia (BCA)<\/strong>, bank swasta terbesar di Indonesia, serta memiliki investasi di sektor teknologi, data center, e-commerce, dan properti mewah.<\/p>\n<p>Robert dikenal sebagai sosok yang jarang tampil di publik, namun keputusannya berinvestasi jangka panjang di BCA terbukti paling cerdas: saham BCA bertahan stabil bahkan di masa gejolak pasar.<br \/>\nBersaudara Hartono juga menjadi patron besar berbagai proyek filantropi, terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan.<\/p>\n<h2><strong>3. Michael Hartono \u2014 Rekan Sekaligus Saudara Bisnis Abadi<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kekayaan:<\/strong> US$ 20,3 miliar (\u00b1 Rp 335 triliun)**<\/li>\n<li><strong>Sumber:<\/strong> Grup Djarum, BCA, properti, investasi digital**<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sebagai saudara Robert, <strong>Michael Hartono<\/strong> menempati posisi ketiga.<br \/>\nKeduanya dikenal sebagai konglomerat yang saling melengkapi: Robert lebih fokus pada investasi dan keuangan, sedangkan Michael dikenal sebagai inovator teknologi di internal grup.<br \/>\nDibawah pengawasan Michael, Grup Djarum gencar berinvestasi dalam <strong>startup digital<\/strong>, infrastruktur cloud, dan <strong>data center DCI Indonesia<\/strong>, yang belakangan menjadi salah satu saham teknologi paling bernilai tinggi di bursa.<\/p>\n<h2><strong>4. Otto Toto Sugiri \u2014 \u201cBapak Internet Indonesia\u201d yang Menjadi Miliarder Teknologi<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kekayaan:<\/strong> US$ 12,3 miliar (\u00b1 Rp 202 triliun)**<\/li>\n<li><strong>Sumber:<\/strong> Teknologi, Data Center (IndoKeppel DC, DCI Indonesia)**<\/li>\n<\/ul>\n<p>Nama <strong>Otto Toto Sugiri<\/strong> adalah simbol kebangkitan teknologi Indonesia.<br \/>\nSebagai pendiri <strong>DCI Indonesia<\/strong>, perusahaan data center pertama yang melantai di Bursa Efek Jakarta, ia menjadi tokoh penting dalam infrastruktur digital nasional.<br \/>\nPertumbuhan pesat kebutuhan cloud computing dan AI membuat valuasi DCI melesat, menjadikan Otto salah satu dari sedikit \u201ctech billionaire\u201d di Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Forbes mencatat bahwa sejak 2022, kekayaannya naik lebih dari empat kali lipat.<br \/>\nOtto juga dikenal rendah hati \u2014 lebih sering berbicara tentang keamanan data nasional dan keberlanjutan energi ketimbang kekayaannya sendiri.<\/p>\n<h2><strong>5. Tahir dan Keluarga \u2014 Raksasa Filantropi Indonesia<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kekayaan:<\/strong> US$ 11,8 miliar (\u00b1 Rp 194 triliun)**<\/li>\n<li><strong>Sumber:<\/strong> Perbankan, properti, rumah sakit (Mayapada Group)**<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Tahir<\/strong>, pendiri <strong>Mayapada Group<\/strong>, terus menempati lima besar orang terkaya Indonesia.<br \/>\nGrupnya kini mencakup perbankan, rumah sakit, properti, dan media.<br \/>\nSelain dikenal sebagai pengusaha sukses, Tahir juga merupakan salah satu <strong>dermawan terbesar di Asia<\/strong>, dengan donasi lebih dari <strong>US$ 500 juta<\/strong> melalui <em>Tahir Foundation<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam beberapa tahun terakhir, ia memperluas bisnis kesehatannya melalui <strong>Mayapada Hospital Group<\/strong>, yang kini menjadi jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia setelah Siloam.<\/p>\n<h2><strong>6. Marina Budiman \u2014 Ratu Teknologi Indonesia<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kekayaan:<\/strong> US$ 9,1 miliar (\u00b1 Rp 150 triliun)**<\/li>\n<li><strong>Sumber:<\/strong> Infrastruktur digital (Data center, cloud)**<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sebagai salah satu pendiri <strong>DCI Indonesia<\/strong>, Marina Budiman menegaskan bahwa dunia teknologi tidak hanya milik pria.<br \/>\nIa menjadi <strong>perempuan pertama<\/strong> yang masuk daftar 10 orang terkaya Indonesia versi Forbes, berkat kepemilikannya yang signifikan di perusahaan data center tersebut.<br \/>\nPerannya di sektor digital menandai perubahan besar dalam peta bisnis nasional \u2014 dari konglomerasi keluarga ke kekayaan berbasis inovasi.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMarina adalah simbol transformasi digital Indonesia. Ia menunjukkan bahwa perempuan pun bisa menguasai sektor paling strategis di abad ini,\u201d kata pakar teknologi UI, Dr. Arya Wirawan.<\/p><\/blockquote>\n<h2><strong>7. Sri Prakash Lohia \u2014 Tekstil, Petrokimia, dan Jejak Global<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kekayaan:<\/strong> US$ 8,8 miliar (\u00b1 Rp 145 triliun)**<\/li>\n<li><strong>Sumber:<\/strong> Petrokimia dan tekstil (Indorama Ventures, Thailand &amp; Indonesia)**<\/li>\n<\/ul>\n<p>Berbasis di London namun berakar di Indonesia, <strong>Sri Prakash Lohia<\/strong> tetap menjadi salah satu pemain global di industri petrokimia dan tekstil.<br \/>\nMelalui <strong>Indorama Corporation<\/strong>, ia mengendalikan pabrik di lebih dari 25 negara dan memproduksi berbagai bahan sintetis yang digunakan oleh merek dunia seperti Uniqlo dan Nike.<br \/>\nMeskipun ekspansi globalnya membuatnya lebih dikenal di luar negeri, Lohia tetap memiliki basis ekonomi yang kuat di Indonesia.<\/p>\n<h2><strong>8. Haryanto Tjiptodihardjo \u2014 Raja Gas Industri yang Naik Daun<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kekayaan:<\/strong> US$ 7,4 miliar (\u00b1 Rp 122 triliun)**<\/li>\n<li><strong>Sumber:<\/strong> Gas industri, kimia, logistik**<\/li>\n<\/ul>\n<p>Nama <strong>Haryanto Tjiptodihardjo<\/strong> mungkin belum sepopuler Hartono atau Prajogo, namun ia termasuk pendatang baru di daftar miliarder top Indonesia.<br \/>\nIa dikenal lewat investasinya di sektor <strong>gas industri dan kimia dasar<\/strong>, terutama melalui PT Samator Indo Gas Tbk.<br \/>\nPertumbuhan industri manufaktur dan medis mendorong lonjakan permintaan oksigen industri, yang mendongkrak kapitalisasi perusahaannya secara signifikan.<\/p>\n<h2><strong>9. Hermanto Tanoko \u2014 Pewaris Cat yang Jadi Raksasa Properti<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kekayaan:<\/strong> US$ 6,5 miliar (\u00b1 Rp 107 triliun)**<\/li>\n<li><strong>Sumber:<\/strong> Cat (Avian), properti, air minum, gaya hidup**<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pemilik <strong>Avian Brands<\/strong>, <strong>Hermanto Tanoko<\/strong>, terus memperluas sayap bisnisnya dari cat dan bahan bangunan ke sektor gaya hidup.<br \/>\nMelalui <strong>Tanrise Group<\/strong>, ia mengembangkan proyek properti, hotel, hingga produk air minum kemasan.<br \/>\nKunci suksesnya adalah konsistensi pada pasar domestik dan kemampuannya menciptakan merek-merek lokal dengan daya saing global.<\/p>\n<h2><strong>10. Prajogo Pangestu \u2014 Sang Raja Petrokimia yang Terpeleset<\/strong><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kekayaan:<\/strong> US$ 6,2 miliar (turun dari US$ 43,3 miliar pada awal tahun)**<\/li>\n<li><strong>Sumber:<\/strong> Petrokimia, energi, infrastruktur (Barito Pacific Group)**<\/li>\n<\/ul>\n<p>Awal 2025 adalah masa kejayaan bagi <strong>Prajogo Pangestu<\/strong> \u2014 kekayaannya sempat menembus US$ 43 miliar, menjadikannya orang terkaya di Indonesia.<br \/>\nNamun nasib berbalik cepat. Hanya dalam beberapa bulan, saham-saham utama miliknya seperti <strong>BRPT<\/strong>, <strong>TPIA<\/strong>, dan <strong>BREN<\/strong> anjlok hingga 70%.<br \/>\nPenurunan itu membuatnya kehilangan lebih dari <strong>Rp 120 triliun<\/strong> dalam waktu singkat, menjatuhkannya dari posisi pertama ke kesepuluh.<\/p>\n<p>Meski begitu, banyak analis menilai ia masih memiliki aset riil yang kuat di sektor petrokimia dan energi terbarukan.<br \/>\nPrajogo tetap menjadi simbol transisi bisnis Indonesia dari kayu ke energi dan kini ke sektor hijau.<\/p>\n<h2><strong>Tren Umum: Dominasi Energi dan Lonjakan Teknologi<\/strong><\/h2>\n<p>Daftar tahun 2025 memperlihatkan dua tren besar:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Transisi energi dan keberlanjutan<\/strong> \u2014 Tokoh seperti Low Tuck Kwong dan Prajogo Pangestu menunjukkan bagaimana konglomerat lama beradaptasi terhadap tuntutan energi bersih.<\/li>\n<li><strong>Ledakan sektor digital<\/strong> \u2014 Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman membuktikan bahwa kekayaan baru bisa lahir dari dunia data dan infrastruktur cloud.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sementara dinasti lama seperti keluarga Hartono dan Tahir tetap memegang kendali ekonomi nasional, wajah-wajah baru menandai munculnya generasi pengusaha digital.<\/p>\n<p>Tahun 2025 adalah titik balik struktur kekayaan di Indonesia.<br \/>\nJika sebelumnya dominasi hanya milik keluarga besar dan pengusaha energi, kini sektor teknologi mulai menyalip.<br \/>\nNamun satu hal tetap sama: kemampuan adaptasi dan diversifikasi bisnis menjadi kunci untuk bertahan di puncak piramida ekonomi.<\/p>\n<blockquote><p>Dari tambang ke data center, dari rokok ke digital banking \u2014 daftar orang terkaya Indonesia tahun ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan arah baru ekonomi nasional: <strong>menuju masa depan energi hijau dan transformasi digital.<\/strong><\/p><\/blockquote>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Medan,\u00a0Sumatera Utara. \u2014 Forbes kembali merilis daftar tahunan orang-orang terkaya di Indonesia yang mencerminkan wajah ekonomi nasional: campuran antara penguasa energi, raksasa finansial, taipan teknologi, serta dinasti bisnis lintas generasi. Tahun 2025 menjadi periode yang menarik \u2014 karena di tengah gejolak harga energi global dan tekanan ekonomi pasca-pandemi, sejumlah nama lama tetap kokoh di [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3861,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,27,36],"tags":[],"class_list":["post-3853","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-ekonomi-bisnis","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3853"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3853\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3862,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3853\/revisions\/3862"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}