{"id":3929,"date":"2025-11-03T10:39:15","date_gmt":"2025-11-03T03:39:15","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=3929"},"modified":"2025-11-03T10:39:15","modified_gmt":"2025-11-03T03:39:15","slug":"tni-ad-siapkan-batalyon-fokus-kawal-perbatasan-hingga-2029","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/11\/03\/tni-ad-siapkan-batalyon-fokus-kawal-perbatasan-hingga-2029\/","title":{"rendered":"TNI\u202fAD Siapkan Batalyon Fokus Kawal Perbatasan hingga 2029"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #3366ff;\">Jakarta,\u00a0<span style=\"color: #008000;\">Indonesia. <\/span><\/span><\/span>\u2013 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI\u202fAD) menegaskan rencananya membangun hingga <strong>750 Batalyon Teritorial Pertempuran (YTP)<\/strong> di seluruh Indonesia hingga 2029. Saat ini, sudah ada <strong>105 batalyon<\/strong> yang tersebar di sejumlah wilayah strategis.<\/p>\n<p>Kolonel (Inf) Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI\u202fAD, menyebut pembentukan batalyon baru akan berlangsung bertahap.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSaat ini sudah ada 105 Batalyon Teritorial Pertempuran (YTP). Tahun depan akan dibangun lagi batalyon baru dengan memanfaatkan lahan milik TNI\u202fAD,\u201d kata Donny di Jakarta dikutip Antara News, Sabtu (1\/11\/2025).<\/p><\/blockquote>\n<p>Donny menambahkan bahwa setiap batalyon tidak hanya berfokus pada pertahanan, tetapi juga <strong>pemberdayaan daerah<\/strong>.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cBatalyon ini membantu pemerintah daerah membuka lahan pertanian dan pembangunan infrastruktur, sekaligus menjaga kedaulatan wilayah,\u201d ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Strategi Pertahanan di Balik Angka<\/h3>\n<p>Program ini menjadi bagian dari konsep <strong>Optimum Essential Force (OEF)<\/strong> yang diterapkan TNI untuk periode 2025\u20132029. Tujuannya adalah membangun kekuatan yang optimal dan esensial, sesuai dengan kondisi geografis Indonesia yang luas dan kompleks.<\/p>\n<p>Dalam rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (29\/10\/2025), Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo dari Kemenko\u202fPolkam menegaskan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKemenko Polkam memastikan arah pembangunan kekuatan TNI tahun 2025\u20112029 berjalan terpadu dan sesuai kebijakan pertahanan nasional.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Meski ambisius, target 750 batalyon bukan tanpa tantangan. Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, mengatakan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cRencana ini masih tahap perencanaan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional serta kebijakan pertahanan nasional.\u201d kata Freddy Ardianzah, dikutip Antara News (<strong>30 Oktober 2025).<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p>Ketersediaan lahan, anggaran, dan personel terlatih menjadi faktor kunci, sementara koordinasi lintas instansi seperti ATR\/BPN dan pemerintah daerah dinilai krusial.<\/p>\n<p>Jika target tercapai, TNI\u202fAD akan memiliki postur <strong>daya tangkal dan daya proyeksi<\/strong> yang kuat, terutama di wilayah perbatasan. Pendekatan \u201cpertahanan plus pemberdayaan\u201d juga menunjukkan strategi yang lebih holistik: menjaga kedaulatan sekaligus mendorong pembangunan lokal.<\/p>\n<p>Rencana 750 batalyon TNI\u202fAD hingga 2029 menunjukkan keseriusan pemerintah memperkuat pertahanan nasional. Namun, keberhasilan program akan sangat bergantung pada sinergi antar lembaga, kesiapan anggaran, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan di berbagai wilayah Indonesia.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Jakarta,\u00a0Indonesia. \u2013 Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI\u202fAD) menegaskan rencananya membangun hingga 750 Batalyon Teritorial Pertempuran (YTP) di seluruh Indonesia hingga 2029. Saat ini, sudah ada 105 batalyon yang tersebar di sejumlah wilayah strategis. Kolonel (Inf) Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan TNI\u202fAD, menyebut pembentukan batalyon baru akan berlangsung bertahap. \u201cSaat ini sudah ada 105 [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3932,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,85],"tags":[],"class_list":["post-3929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-militer"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3929"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3929\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3933,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3929\/revisions\/3933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}