{"id":3944,"date":"2025-11-03T21:13:24","date_gmt":"2025-11-03T14:13:24","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=3944"},"modified":"2025-11-03T21:33:09","modified_gmt":"2025-11-03T14:33:09","slug":"sejarah-dan-perkembangan-airbus-a400m-atlas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/11\/03\/sejarah-dan-perkembangan-airbus-a400m-atlas\/","title":{"rendered":"Sejarah dan Perkembangan Airbus A400M Atlas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #0000ff;\">Jakarta,\u00a0<span style=\"color: #008000;\">Indonesia. <\/span><\/span><\/span>&#8212; Program <strong>Airbus A400M Atlas<\/strong> berawal pada <strong>awal 1980-an<\/strong>, saat sejumlah negara Eropa mencari <strong>pengganti pesawat angkut lama seperti C-160 Transall dan C-130 Hercules<\/strong>.<\/p>\n<p>Negara-negara anggota <strong>NATO dan Uni Eropa<\/strong> kemudian sepakat mengembangkan pesawat angkut strategis baru dengan kemampuan lebih besar, jangkauan lebih jauh, dan fleksibilitas untuk misi militer maupun kemanusiaan.<\/p>\n<p>Pada <strong>tahun 2003<\/strong>, proyek ini resmi diluncurkan di bawah konsorsium <strong>Airbus Military<\/strong>, yang kini menjadi bagian dari <strong>Airbus Defence and Space<\/strong>.<br \/>\nPenerbangan perdana A400M dilakukan pada <strong>11 Desember 2009<\/strong> di <strong>Sevilla, Spanyol<\/strong>, yang hingga kini menjadi pusat perakitan utama (final assembly line) pesawat tersebut.<\/p>\n<p>A400M dirancang untuk menjembatani <strong>kesenjangan antara pesawat angkut taktis dan strategis<\/strong>.<br \/>\nPesawat ini dapat:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengangkut <strong>beban berat hingga 37 ton<\/strong> (seperti helikopter, kendaraan lapis baja, atau logistik bencana).<\/li>\n<li>Mendarat di <strong>landasan tanah atau pendek<\/strong>, cocok untuk daerah terpencil.<\/li>\n<li>Digunakan untuk <strong>misi udara strategis, evakuasi medis, dan bantuan kemanusiaan (HADR)<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kapasitas bahan bakar dan jangkauannya yang luas juga memungkinkan A400M berperan sebagai <strong>pesawat tanker (pengisian bahan bakar udara ke udara)<\/strong>, memberi fleksibilitas tinggi dalam operasi gabungan.<\/p>\n<p>Sejak pengiriman pertamanya ke <strong>Angkatan Udara Prancis pada 2013<\/strong>, A400M kini telah dioperasikan oleh beberapa negara:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Prancis<\/strong><\/li>\n<li><strong>Jerman<\/strong><\/li>\n<li><strong>Spanyol<\/strong><\/li>\n<li><strong>Inggris Raya<\/strong><\/li>\n<li><strong>Turki<\/strong><\/li>\n<li><strong>Belgia<\/strong><\/li>\n<li>\ud83c\uddf1\ud83c\uddfa <strong>Luksemburg<\/strong><\/li>\n<li><strong>Malaysia<\/strong><\/li>\n<li><strong>Kazakhstan<\/strong><\/li>\n<li><strong>Indonesia<\/strong> (operator ke-10 dan pertama di Asia Tenggara<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #ff0000;\">Baca juga :\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bonanews.my.id\/2025\/11\/03\/a400m-mesin-raksasa-penolong-bangsa-indonesia-masuki-era-baru-mobilitas-udara\/\">https:\/\/bonanews.my.id\/2025\/11\/03\/a400m-mesin-raksasa-penolong-bangsa-indonesia-masuki-era-baru-mobilitas-udara\/<\/a><\/p>\n<h3><strong>Posisi Indonesia dalam Program A400M<\/strong><\/h3>\n<p>Indonesia menjadi <strong>negara pertama di Asia Tenggara<\/strong> yang menerima dan mengoperasikan A400M, menandai peningkatan besar dalam kemampuan angkut strategis nasional.<\/p>\n<p>Keterlibatan Indonesia tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga membuka potensi kerja sama industri melalui <strong>PT Dirgantara Indonesia (PTDI)<\/strong> dalam bidang <strong>perawatan, pelatihan, dan kemungkinan offset industri<\/strong> di masa depan.<\/p>\n<hr \/>\n<h3>\ud83d\udd27 <strong>Fakta Teknis Singkat<\/strong><\/h3>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Spesifikasi<\/th>\n<th>Detail<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td><strong>Panjang<\/strong><\/td>\n<td>45,1 meter<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Rentang sayap<\/strong><\/td>\n<td>42,4 meter<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Mesin<\/strong><\/td>\n<td>4 \u00d7 Europrop TP400-D6 turboprop<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Kapasitas kargo maksimum<\/strong><\/td>\n<td>37 ton<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Kecepatan maksimum<\/strong><\/td>\n<td>780 km\/jam<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Jangkauan terbang<\/strong><\/td>\n<td>Hingga 8.700 km<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Awak standar<\/strong><\/td>\n<td>2 pilot + 1 loadmaster<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Dengan sejarah pengembangannya yang panjang dan kolaboratif lintas negara, <strong>A400M bukan sekadar pesawat angkut militer, tetapi simbol sinergi teknologi pertahanan Eropa<\/strong>.<br \/>\nKini, dengan bergabungnya Indonesia sebagai operator ke-10, A400M memperluas perannya ke Asia Tenggara \u2014 menandai babak baru <strong>kemampuan mobilitas udara dan kerja sama pertahanan internasional.<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Jakarta,\u00a0Indonesia. &#8212; Program Airbus A400M Atlas berawal pada awal 1980-an, saat sejumlah negara Eropa mencari pengganti pesawat angkut lama seperti C-160 Transall dan C-130 Hercules. Negara-negara anggota NATO dan Uni Eropa kemudian sepakat mengembangkan pesawat angkut strategis baru dengan kemampuan lebih besar, jangkauan lebih jauh, dan fleksibilitas untuk misi militer maupun kemanusiaan. Pada tahun [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3947,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,33,85],"tags":[],"class_list":["post-3944","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-internasional","category-militer"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3944","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3944"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3944\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3949,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3944\/revisions\/3949"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3947"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3944"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3944"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3944"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}