{"id":3981,"date":"2025-11-04T03:33:59","date_gmt":"2025-11-03T20:33:59","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=3981"},"modified":"2025-11-04T03:35:30","modified_gmt":"2025-11-03T20:35:30","slug":"3981","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/11\/04\/3981\/","title":{"rendered":"KTT Sosial Dunia 2025 Dibuka di Doha: Komitmen Global untuk Pembangunan Sosial Kembali Menjadi Sorotan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff6600;\">BONA NEQS.\u00a0<span style=\"color: #3366ff;\">Doha,\u00a0<span style=\"color: #339966;\">Qatar. <\/span><\/span><\/span><strong>\u2013\u00a0 <\/strong>Konferensi tingkat tinggi global untuk pembangunan sosial, <strong>Second World Summit for Social Development (WSSD2)<\/strong>, resmi dibuka hari ini di Doha, Qatar, dan dijadwalkan berlangsung hingga 6 November 2025. Dilansir dari <strong>United Nations Department of Economic and Social Affairs (UN\u202fDESA)<\/strong>, acara ini diselenggarakan berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB A\/RES\/78\/261 dan A\/RES\/78\/318.<\/p>\n<p>Pra-pertemuan (pre-summit) telah dimulai sejak 3 November 2025, menekankan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan akademisi untuk memperkuat upaya pembangunan sosial global.<\/p>\n<p>WSSD2 menitikberatkan tiga pilar sosial yang telah menjadi tonggak sejak KTT pertama di Kopenhagen pada 1995:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Pengentasan kemiskinan<\/strong> \u2013 mengurangi jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan dan memastikan akses terhadap layanan sosial dasar, termasuk kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan pokok.<\/li>\n<li><strong>Pekerjaan layak dan produktif<\/strong> \u2013 menjamin perlindungan tenaga kerja, kesempatan kerja yang setara, upah yang adil, serta pembangunan kapasitas bagi tenaga kerja muda dan kelompok rentan.<\/li>\n<li><strong>Integrasi sosial dan inklusi<\/strong> \u2013 memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal, termasuk perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, dan masyarakat marginal.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dokumen resmi <strong>Doha Political Declaration<\/strong> yang akan diadopsi di KTT menyatakan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cThe Declaration reaffirms that poverty eradication, full and productive employment and decent work for all, and social integration are essential to achieving sustainable development.\u201d<br \/>\nKutipan ini diambil dari ikhtisar dokumen inter-pemerintah yang diterbitkan oleh <strong>SDG Knowledge Hub<\/strong>. Dokumen tersebut juga menekankan bahwa:<br \/>\n\u201cSocial justice cannot be attained in the absence of peace and security or in the absence of respect for all human rights and fundamental freedoms.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>KTT ini juga menghadirkan sesi-sesi khusus dan meja bundar tingkat tinggi yang menekankan implementasi kebijakan sosial berbasis bukti dan inovasi, termasuk strategi pemberdayaan komunitas, pengembangan ekonomi lokal, dan penanganan ketimpangan digital.<\/p>\n<p>Sekretaris-Jenderal PBB, <strong>Ant\u00f3nio Guterres<\/strong>, dalam sambutannya menyampaikan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cThe Summit outcome could be an update of the 1995 Copenhagen Declaration on Social Development and give momentum towards achieving the Sustainable Development Goals.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p><strong>Sheikha Alya Ahmed bin Saif Al-Thani<\/strong>, Duta Besar Qatar untuk PBB, menambahkan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cIt is an opportunity after 30 years to build momentum, to reaffirm our commitment to the Copenhagen plan of action and to adopt a new outcome that will galvanize the achievement of the 2030 Agenda.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Sementara itu, <strong>Li Junhua<\/strong>, Under-Secretary-General UN DESA, dilansir mengatakan:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cThe Second World Summit for Social Development will be very uniquely positioned to build on previous commitments and deliver a meaningful outcome that addresses social issues and also generates more impact on people\u2019s lives and livelihoods.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Menurut laporan <strong>Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC)<\/strong>, WSSD2 muncul di tengah tantangan global yang semakin kompleks: percepatan digitalisasi, perubahan demografi, urbanisasi masif, dan ketimpangan ekonomi yang masih tinggi.<br \/>\nECLAC menegaskan bahwa \u201ctiga dekade setelah KTT Kopenhagen 1995, sangat penting menempatkan pengalaman dan harapan negara berkembang di pusat debat global.\u201d<\/p>\n<p>Selain itu, KTT ini menjadi kesempatan untuk meninjau kemajuan tiga pilar sosial, menilai kesenjangan yang masih ada, serta mendorong inovasi kebijakan di tingkat nasional dan internasional.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, WSSD2 bukan sekadar forum diplomasi, tetapi juga kesempatan strategis untuk memperkuat kebijakan sosial nasional. Beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Penguatan kebijakan nasional:<\/strong> Memperluas jaring pengaman sosial, perlindungan sosial bagi pekerja, dan inklusi digital untuk wilayah terpencil.<\/li>\n<li><strong>Dialog dan pertukaran praktik terbaik:<\/strong> Mengadopsi pengalaman negara lain dalam pengentasan kemiskinan, pekerjaan layak, dan integrasi sosial.<\/li>\n<li><strong>Posisi di forum global:<\/strong> Menegaskan Indonesia sebagai negara berkembang yang berkomitmen pada pembangunan sosial berkelanjutan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Namun, para pengamat menekankan bahwa adopsi deklarasi bukanlah akhir dari proses. Tantangan terbesar adalah <strong>implementasi nyata<\/strong>, termasuk alokasi anggaran yang memadai, koordinasi lintas kementerian, monitoring, dan akuntabilitas. Sebagaimana diingatkan dalam laporan pers PBB:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cUnless we act with foresight, the gaps we seek to close will only deepen.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Pembukaan WSSD2 di Doha menandai kembalinya isu sosial sebagai agenda prioritas global. Deklarasi Doha Political Declaration akan menjadi pedoman, tetapi keberhasilan sesungguhnya ditentukan oleh bagaimana negara-negara, termasuk Indonesia, menerjemahkan komitmen tersebut menjadi aksi nyata di lapangan.<\/p>\n<p>Seperti ditegaskan oleh Sekretaris-Jenderal PBB:<\/p>\n<blockquote><p>\u201cWithout global commitment to social development, sustainable development cannot be achieved.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya, KTT ini adalah momentum strategis untuk memastikan bahwa pembangunan sosial inklusif bukan sekadar slogan, tetapi menjadi kenyataan bagi seluruh masyarakat.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEQS.\u00a0Doha,\u00a0Qatar. \u2013\u00a0 Konferensi tingkat tinggi global untuk pembangunan sosial, Second World Summit for Social Development (WSSD2), resmi dibuka hari ini di Doha, Qatar, dan dijadwalkan berlangsung hingga 6 November 2025. Dilansir dari United Nations Department of Economic and Social Affairs (UN\u202fDESA), acara ini diselenggarakan berdasarkan resolusi Majelis Umum PBB A\/RES\/78\/261 dan A\/RES\/78\/318. Pra-pertemuan (pre-summit) [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3984,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,33,8,87,30],"tags":[],"class_list":["post-3981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-internasional","category-organisasi","category-politik","category-sosial-budaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3981"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3981\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3986,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3981\/revisions\/3986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}