{"id":662,"date":"2025-07-17T09:57:57","date_gmt":"2025-07-17T02:57:57","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=662"},"modified":"2025-07-17T05:09:20","modified_gmt":"2025-07-16T22:09:20","slug":"dermacosmetics-jadi-tren-gaya-hidup-baru-perawatan-kulit-tak-lagi-sekadar-estetika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/07\/17\/dermacosmetics-jadi-tren-gaya-hidup-baru-perawatan-kulit-tak-lagi-sekadar-estetika\/","title":{"rendered":"Dermacosmetics Jadi Tren Gaya Hidup Baru: Perawatan Kulit Tak Lagi Sekadar Estetika"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff9900;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #99cc00;\">Jakarta Raya. <\/span><\/span>\u00a0\u2014 Gaya hidup sehat kini merambah dunia kecantikan dengan lahirnya tren baru: <strong>dermacosmetics<\/strong>. Berbeda dari skincare biasa, produk perawatan jenis ini dirancang dengan pendekatan lebih ilmiah, menggabungkan manfaat kosmetik dan dermatologis sekaligus.<\/p>\n<p>Tren ini mencuat di berbagai kota besar di Asia dan Eropa, di mana masyarakat urban mulai mengutamakan <strong>kesehatan kulit jangka panjang<\/strong>, bukan sekadar tampilan instan. Di Indonesia sendiri, pencarian daring dan konten media sosial terkait istilah &#8220;dermacosmetics&#8221; mengalami peningkatan signifikan sejak awal 2025.<\/p>\n<h2>Apa Itu Dermacosmetics?<\/h2>\n<p>Secara sederhana, dermacosmetics adalah <strong>perawatan kulit yang berada di antara kosmetik dan obat<\/strong>. Produk dalam kategori ini biasanya dikembangkan melalui kerja sama antara ahli dermatologi dan ilmuwan bidang farmasi. Fokus utamanya bukan pada makeup, melainkan <strong>perbaikan struktur dan fungsi kulit<\/strong>\u2014seperti mengatasi jerawat, kemerahan, iritasi, hingga tanda-tanda penuaan.<\/p>\n<p>Tidak hanya digunakan untuk kulit wajah, konsep dermacosmetics juga mulai merambah perawatan kulit tubuh, kepala, dan bahkan bibir. Banyak konsumen muda kini mencari produk yang <strong>tidak hanya cantik di luar<\/strong>, tetapi juga <strong>aman, berbasis riset, dan memberi efek jangka panjang<\/strong>.<\/p>\n<h2>Perubahan Pola Konsumen<\/h2>\n<p>Riset kecil yang dilakukan di beberapa klinik estetika dan pusat perawatan kulit menunjukkan bahwa konsumen, terutama dari kalangan usia 20\u201335 tahun, mulai bertanya soal <strong>kandungan aktif<\/strong>, <strong>uji klinis<\/strong>, dan <strong>efek samping<\/strong> dari produk yang mereka gunakan.<\/p>\n<p>\u201cDulu orang bertanya: ini bisa bikin putih dalam seminggu atau tidak. Sekarang mereka tanya: apakah ada kandungan niacinamide? Ada uji dermatologisnya atau tidak?\u201d ungkap salah satu terapis kulit di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (16\/7\/2025).<\/p>\n<p>Tren ini menandai pergeseran penting dari <strong>gaya hidup berbasis tampilan ke gaya hidup berbasis kesehatan<\/strong>. Hal ini juga dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat akan efek jangka panjang dari bahan kimia keras, serta meningkatnya literasi digital seputar skincare dan self-care.<\/p>\n<h2>Fenomena Global, Dampak Lokal<\/h2>\n<p>Meningkatnya minat pada dermacosmetics tidak hanya terjadi di Indonesia. Laporan dari beberapa majalah gaya hidup global menyebut bahwa <strong>kota-kota seperti Seoul, Tokyo, Paris, dan New York<\/strong> kini menjadi pusat pengembangan tren ini. Di kota-kota tersebut, penggunaan perawatan kulit dengan teknologi dermatologi dianggap sebagai bagian dari rutinitas gaya hidup sehat, sejajar dengan olahraga dan makanan bergizi.<\/p>\n<p>Di sisi lain, tren ini juga mendorong diskusi soal <strong>aksesibilitas dan edukasi<\/strong>. Tidak semua produk dermacosmetics mudah diakses secara finansial, dan masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami perbedaan antara perawatan medis dan kosmetik biasa.<\/p>\n<h2>Edukasi Jadi Kunci<\/h2>\n<p>Untuk mengimbangi popularitasnya, banyak pakar mengingatkan pentingnya edukasi publik. Penggunaan produk berbasis medis seharusnya disertai pemahaman yang tepat agar tidak terjadi salah kaprah. Sebab, meskipun terdengar aman, dermacosmetics tetap mengandung bahan aktif yang bisa menimbulkan efek tertentu bila tidak cocok dengan jenis kulit pengguna.<\/p>\n<p>Tren dermacosmetics mencerminkan transformasi gaya hidup masyarakat modern yang <strong>semakin sadar akan pentingnya kesehatan kulit<\/strong> dan <strong>lebih kritis dalam memilih perawatan<\/strong>. Ini bukan sekadar perubahan tampilan luar, tetapi juga perubahan pola pikir: bahwa merawat diri adalah bagian dari tanggung jawab terhadap kesehatan.<\/p>\n<p>Dengan edukasi yang tepat dan kesadaran akan kebutuhan kulit masing-masing, tren ini bisa menjadi langkah positif menuju gaya hidup yang lebih seimbang dan berkelanjutan. (<strong>Red:ISN)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Jakarta Raya. \u00a0\u2014 Gaya hidup sehat kini merambah dunia kecantikan dengan lahirnya tren baru: dermacosmetics. Berbeda dari skincare biasa, produk perawatan jenis ini dirancang dengan pendekatan lebih ilmiah, menggabungkan manfaat kosmetik dan dermatologis sekaligus. Tren ini mencuat di berbagai kota besar di Asia dan Eropa, di mana masyarakat urban mulai mengutamakan kesehatan kulit jangka [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":665,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=662"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":666,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/662\/revisions\/666"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}