{"id":756,"date":"2025-07-18T11:06:16","date_gmt":"2025-07-18T04:06:16","guid":{"rendered":"https:\/\/bonanews.my.id\/?p=756"},"modified":"2025-07-18T05:16:33","modified_gmt":"2025-07-17T22:16:33","slug":"hujan-meteor-perseid-mulai-terlihat-di-langit-indonesia-puncak-terjadi-pertengahan-agustus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/2025\/07\/18\/hujan-meteor-perseid-mulai-terlihat-di-langit-indonesia-puncak-terjadi-pertengahan-agustus\/","title":{"rendered":"Hujan Meteor Perseid Mulai Terlihat di Langit Indonesia, Puncak Terjadi Pertengahan Agustus"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #ff9900;\">BONA NEWS.\u00a0<span style=\"color: #99cc00;\">Jakarta. <\/span><\/span>\u00a0\u2013 Fenomena langit tahunan, <strong>hujan meteor Perseid<\/strong>, mulai aktif menghiasi langit malam sejak 17 Juli dan akan berlangsung hingga sekitar 24 Agustus 2025. Di Indonesia, warga sudah dapat menyaksikan kilatan cahaya meteor dari awal periode ini, terutama di lokasi dengan langit gelap dan minim polusi cahaya.<\/p>\n<p>Perseid dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling terang dan mudah diamati di dunia. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu yang ditinggalkan oleh <strong>komet Swift-Tuttle<\/strong>, yang mengorbit Matahari setiap 133 tahun sekali.<\/p>\n<p>\u201cPada fase awal ini, intensitas meteor masih belum maksimal, namun mulai terlihat jelas di daerah yang minim pencahayaan buatan,\u201d kata <strong>Irwan Maulana<\/strong>, astronom amatir dari Komunitas Langit Selatan, Jumat (18\/7\/2025).<\/p>\n<p>Menurut data dari NASA dan International Meteor Organization (IMO), puncak hujan meteor Perseid akan terjadi pada malam <strong>12 hingga 13 Agustus 2025<\/strong>, dengan potensi mencapai <strong>80\u2013100 meteor per jam<\/strong>. Namun, tahun ini, puncak Perseid bertepatan dengan fase bulan terang (<strong>gibbous<\/strong>), sehingga jumlah meteor yang terlihat bisa berkurang.<\/p>\n<p>Kendati demikian, banyak ahli menyatakan meteor paling terang\u2014termasuk <strong>fireball<\/strong> atau meteor yang menyala terang seperti bola api\u2014masih bisa disaksikan dengan jelas.<\/p>\n<p>\u201cYang penting adalah lokasi pengamatan. Semakin jauh dari kota, semakin baik. Gunakan mata telanjang dan hadapkan ke arah timur laut,\u201d jelas Irwan.<\/p>\n<p>Bagi warga yang ingin menyaksikan meteor tanpa gangguan cahaya bulan, <strong>periode 18\u201328 Juli 2025<\/strong> disebut sebagai waktu pengamatan terbaik, karena bulan akan memasuki fase bulan baru pada 24 Juli.<\/p>\n<p>\u201cBulan baru adalah momen emas bagi pengamat langit, karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu. Walau bukan puncak Perseid, intensitas meteor cukup lumayan\u2014sekitar 20\u201340 meteor per jam\u2014tergantung cuaca,\u201d ujar <strong>Dr. Ratih Ayuningtyas<\/strong>, peneliti bidang astrofisika dalam keterangan, Jum&#8217;at (18\/7\/2025).<\/p>\n<h3><strong>Fenomena Alam yang Aman dan Bisa Dinikmati Siapa Saja<\/strong><\/h3>\n<p>Hujan meteor tidak berbahaya bagi manusia karena partikel yang memasuki atmosfer umumnya berukuran kecil, hanya sebesar butiran pasir, dan langsung terbakar habis sebelum menyentuh permukaan Bumi. Momen ini sangat cocok untuk edukasi sains, wisata langit, hingga konten visual di media sosial.<\/p>\n<p>\u201cPerseid adalah momen edukatif yang sayang dilewatkan. Kegiatan pengamatan bersama bisa mendorong minat generasi muda terhadap astronomi,\u201d tambah Ratih.<\/p>\n<h3><strong>Tips Pengamatan:<\/strong><\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Waktu terbaik:<\/strong> Antara pukul <strong>01.00\u201304.00 dini hari<\/strong><\/li>\n<li><strong>Arah pandang:<\/strong> Timur laut (arah rasi Perseus)<\/li>\n<li><strong>Peralatan:<\/strong> Cukup mata telanjang; hindari penggunaan teleskop<\/li>\n<li><strong>Lokasi:<\/strong> Tempat gelap, jauh dari lampu kota\u2014seperti pegunungan, pantai, atau pedesaan<\/li>\n<li><strong>Adaptasi mata:<\/strong> Biarkan mata menyesuaikan gelap selama 20\u201330 menit sebelum pengamatan<\/li>\n<\/ol>\n<h3><strong>Catatan Ilmiah:<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li>Komet sumber: <strong>Swift-Tuttle<\/strong><\/li>\n<li>Kecepatan meteor: Sekitar <strong>59 km\/detik<\/strong><\/li>\n<li>Titik radian: <strong>Rasi Perseus<\/strong>, dekat dengan <strong>Cassiopeia<\/strong><\/li>\n<li>Kategori: Hujan meteor <strong>tahunan<\/strong>, sangat aktif<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan hujan meteor Perseid yang mulai aktif sejak pertengahan Juli ini, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan keindahan langit malam yang jarang terjadi. Selama cuaca cerah dan lokasi pengamatan ideal, tidak ada alat khusus yang dibutuhkan untuk menikmati pertunjukan alam yang satu ini.<strong> (Red)<\/strong>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONA NEWS.\u00a0Jakarta. \u00a0\u2013 Fenomena langit tahunan, hujan meteor Perseid, mulai aktif menghiasi langit malam sejak 17 Juli dan akan berlangsung hingga sekitar 24 Agustus 2025. Di Indonesia, warga sudah dapat menyaksikan kilatan cahaya meteor dari awal periode ini, terutama di lokasi dengan langit gelap dan minim polusi cahaya. Perseid dikenal sebagai salah satu hujan meteor [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":759,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39,36],"tags":[],"class_list":["post-756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lingkungan-hidup","category-ragam"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=756"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":760,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/756\/revisions\/760"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bonanews.my.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}