BONA.NEWS. Banda Aceh, Nangroe Aceh Darusslam,  – Kota Banda Aceh mencatat prestasi gemilang dalam kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA). Data terbaru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh menunjukkan bahwa 86,32 % anak usia 0‑17 tahun kurang satu hari di kota ini telah memiliki KIA, menjadikannya salah satu daerah dengan tingkat kepemilikan KIA tertinggi di Indonesia.

Program Unggulan CERIA KIA

Keberhasilan ini tidak lepas dari program unggulan CERIA KIA (Cerita Anak Mendapatkan KIA) yang dijalankan Disdukcapil Banda Aceh. Program ini menekankan kerja sama dengan PAUD dan TK untuk menjangkau anak-anak sedini mungkin. Melalui kemitraan ini, orang tua tidak perlu membawa anak ke kantor Disdukcapil satu per satu, cukup melalui jalur kolektif di lembaga pendidikan.

Selain itu, Disdukcapil menyederhanakan persyaratan administrasi: untuk anak usia 0‑5 tahun cukup fotokopi akta kelahiran dan kartu keluarga, sementara untuk anak usia 5‑17 tahun ditambahkan pas foto ukuran 4×6. Program ini juga bekerja sama dengan pelaku usaha untuk memberikan insentif bagi anak yang sudah memiliki KIA, seperti diskon dan fasilitas tambahan.

Per 30 Oktober 2025, tercatat 70.879 anak di Banda Aceh sudah memiliki KIA. Kepala Disdukcapil Banda Aceh menekankan bahwa data ini menunjukkan keberhasilan inovasi dan kolaborasi lokal dalam mempercepat kepemilikan identitas anak.

Manfaat dari peningkatan kepemilikan KIA antara lain:

  • Memberikan anak identitas resmi sejak usia dini, penting untuk pendidikan, layanan kesehatan, dan administrasi publik.
  • Mempermudah pemerintah dalam pemetaan kependudukan dan perencanaan layanan publik bagi anak.
  • Mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya identitas anak melalui insentif positif.

Meskipun capaian ini tinggi, masih ada sebagian anak yang belum memiliki KIA. Disdukcapil terus berupaya menembus seluruh anak di Banda Aceh agar seluruhnya memiliki identitas resmi. Beberapa kendala teknis, seperti ketersediaan blanko KIA, pernah menjadi hambatan sementara, namun program CERIA KIA terus diperluas untuk mencakup lebih banyak PAUD dan TK di seluruh kota.

Dengan tingkat kepemilikan KIA 86,32 %, Banda Aceh menunjukkan komitmen kuat dalam pelayanan administrasi kependudukan anak. Program CERIA KIA menjadi model inovatif yang menggabungkan pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat. Ke depan, fokus tetap diberikan agar semua anak memiliki identitas resmi, memperkuat perlindungan hak anak, dan memastikan layanan publik berjalan lebih efisien.