BONA NEWS. Medan, Sumatera Utara. — Pemerintah pusat dan daerah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Utara setelah satuan pemadam hutan Manggala Agni diterjunkan ke Nagori Sibaganding, Kabupaten Simalungun, untuk merespons laporan kebakaran di lapangan.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi patroli pencegahan dan respons cepat telah dimulai di wilayah rawan.
“Untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan saat ini sudah dimulai operasi patroli pencegahan serta respons apabila ada kejadian,” kata Ferdian dalam keterangan, Selasa (27/1/2026).
Selain respons di Simalungun, pemantauan satelit BMKG Wilayah I Medan pada Senin (26/1/2026) pukul 07.00 WIB mendeteksi puluhan titik panas di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara. Dari rincian wilayah yang dipublikasikan, total 46 titik panas terdata, dengan konsentrasi terbesar berada di Tapanuli Tengah (14 titik) dan Mandailing Natal (7 titik).
Rincian sebaran hotspot meliputi:
Dairi (2), Humbang Hasundutan (6), Karo (4), Labuhanbatu (3), Labuhanbatu Selatan (1), Nias Utara (2), Padang Lawas Utara (3), Tapanuli Selatan (2), dan Tapanuli Utara (2).
Di tingkat daerah, BPBD Provinsi Sumatera Utara menyatakan tim gabungan dari BPBD kabupaten/kota, pemadam kebakaran daerah, TNI–Polri, dan relawan terus melakukan pemadaman dini dan patroli darat di lokasi yang terindikasi titik api.
Sebagai konteks respons lapangan, BPBD Sumut juga merilis data penanganan di wilayah lain.
“BPBD Provinsi Sumatera Utara menurunkan 11 personel dan dua unit mobil pemadam kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir,” kata Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, dalam keterangan, Jumat (23/1/2026).
Sebelumnya, laporan awal penanganan di tingkat kabupaten telah disampaikan pada Kamis (22/1/2026) sebagai bagian dari rangkaian respons terhadap kejadian kebakaran lahan di wilayah Danau Toba dan sekitarnya
Hingga Selasa (27/1/2026) siang, BPBD melaporkan belum ada data resmi mengenai luas lahan terbakar maupun gangguan signifikan terhadap layanan publik. Namun, petugas mencatat kemunculan asap tipis di beberapa lokasi pada jam-jam tertentu.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melaporkan temuan asap atau titik api ke posko BPBD atau aparat desa setempat. Aparat penegak hukum menegaskan akan menindak pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja sesuai ketentuan yang berlaku.
