BONA NEWS. Deli Serdang, Sumatera Utara. – Pertandingan Timnas Indonesia U-19 melawan Timor Leste U-19 dalam lanjutan Grup A ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026) malam, sempat terhenti akibat padamnya lampu stadion saat laga baru berlangsung beberapa menit.
Insiden tersebut terjadi ketika pertandingan memasuki menit-menit awal dengan kedudukan masih imbang 0-0. Wasit terpaksa menghentikan pertandingan sementara karena kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk melanjutkan permainan akibat minimnya penerangan. Ribuan penonton yang hadir di stadion sempat dibuat terkejut ketika lampu utama stadion mendadak padam. Sejumlah suporter bahkan terdengar meneriakkan
“Mana lampunya?”
saat menunggu sistem penerangan kembali berfungsi normal.
Berdasarkan laporan pertandingan, pemadaman berlangsung sekitar lima hingga sembilan menit. Setelah penerangan kembali normal, pertandingan dilanjutkan dan berlangsung hingga selesai tanpa kendala berarti.
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, mengaku insiden tersebut tidak terlalu memengaruhi konsentrasi para pemain karena terjadi pada awal pertandingan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kejadian seperti itu tidak seharusnya terjadi dalam sebuah turnamen internasional.
“Mati lampu menjadi hal yang tidak boleh terjadi,” ujar Nova usai pertandingan.
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi internasional harus didukung kesiapan infrastruktur yang memadai agar pertandingan dapat berlangsung dengan lancar dan profesional.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan bahwa gangguan terjadi di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada malam pertandingan.
Menurut Bobby, hujan deras, angin kencang, serta gangguan pada jaringan listrik mengharuskan sistem melakukan perpindahan ke sumber listrik cadangan demi menjaga keamanan pertandingan. Ia menyebut proses perpindahan tersebut masih berada dalam batas toleransi yang diperbolehkan dalam regulasi pertandingan internasional.
Di sisi lain, hingga Jumat (5/6/2026), belum ada pernyataan resmi dari ASEAN Football Federation (AFF) terkait insiden padamnya lampu stadion tersebut. PSSI juga belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai hasil evaluasi penyelenggaraan pertandingan pascakejadian itu.
Dari kubu Timor Leste, belum ditemukan adanya protes resmi maupun keberatan terhadap jalannya pertandingan. Tim tamu tetap melanjutkan pertandingan setelah penerangan stadion kembali normal.
Insiden tersebut menjadi perhatian publik karena Stadion Utama Sumatera Utara merupakan salah satu stadion baru yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara dan saat ini dipercaya menjadi venue utama ASEAN U-19 Boys Championship 2026.
Meski sempat terganggu akibat pemadaman listrik, Timnas Indonesia U-19 tetap mampu menunjukkan performa yang solid. Garuda Muda berhasil menguasai jalannya pertandingan dan menundukkan Timor Leste dengan skor meyakinkan 3-0.
Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam persaingan Grup A sekaligus menjaga peluang untuk melangkah ke babak semifinal turnamen.
Namun demikian, di luar hasil pertandingan, insiden padamnya lampu stadion diperkirakan akan menjadi bahan evaluasi penyelenggara mengingat turnamen masih berlangsung dan sejumlah pertandingan internasional lainnya masih akan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara.
Peristiwa itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapan infrastruktur pendukung memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran dan citra penyelenggaraan ajang sepak bola internasional di Indonesia.
