BONA NEWS. Jawa Barat.  – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Barat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Nawasena menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus di Hotel Bale Arimbi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Selasa malam (1/7). Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Sumber Daya Pengurus yang Handal dan Profesional dalam Menjalankan Tugas Profesi dan Kelembagaan.”

Rakor ini menjadi momentum strategis bagi LBH Rakyat Nawasena Jawa Barat dalam memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan profesionalisme para kader hukum. Selain dihadiri pengurus dari berbagai wilayah di Jawa Barat, acara juga diikuti perwakilan dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Yogyakarta, Riau, hingga Semarang. Sejumlah tokoh budayawan dan seniman turut meramaikan suasana kebersamaan dalam forum tersebut.

Dorongan dari Akar Rumput: Kontribusi Sukarela dan Semangat Gotong Royong

Ketua Panitia, Sutisna, menyampaikan bahwa suksesnya pelaksanaan rakor tak lepas dari kontribusi sukarela para anggota serta inisiatif dari tokoh senior LBH, H. Dede Supardi.

“Ini adalah bentuk nyata dari semangat kolektif yang tumbuh di internal kami. Rakor ini bukan hanya forum diskusi, tapi juga ajang konsolidasi semangat untuk menjawab tantangan keorganisasian dan dinamika hukum yang semakin kompleks,” ujar Sutisna dalam laporannya.

Sambutan: Menuju Konsolidasi Nasional LBH Nawasena

Mewakili Ketua DPD LBH Rakyat Nawasena Jawa Barat, Muhsin, S.IP, menggarisbawahi pentingnya acara ini sebagai bagian dari proses konsolidasi nasional. “Kehadiran para peserta dari berbagai provinsi menjadi simbol bahwa gerakan hukum kita tidak terkotak-kotak. Ini adalah bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih tangguh, responsif, dan berpihak kepada keadilan,” kata Muhsin.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para tamu undangan lintas daerah serta komunitas seni dan budaya yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

H. Dede Supardi: LBH Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Gerakan Perubahan

Acara puncak Rakor ditandai dengan sambutan pembukaan resmi dari Koordinator LBH DPD Jawa Barat, H. Dede Supardi, S.H., M.H. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa LBH Rakyat Nawasena bukanlah wadah seremonial semata, melainkan alat perjuangan untuk menegakkan hukum yang adil dan bermartabat. “Sebagian dari kita mungkin belum tahu persis apa itu Nawasena dan seperti apa makna ‘kata hukum’. Maka, izinkan saya membuka ruang diskusi dengan pendekatan cerita dan analisis fisiologi hukum sebagai uji kelayakan bagi para calon pengurus,” ujar Dede Supardi di hadapan peserta.

Ia menegaskan bahwa kondisi penegakan hukum di Indonesia saat ini masih jauh dari harapan. “Negara kita sedang tidak baik-baik saja dalam hal penegakan hukum. Maka menjadi tugas kita bersama untuk melakukan perubahan. LBH ini harus menjadi kekuatan rakyat dalam mendidik dan menegakkan hukum dengan integritas,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Dede Supardi meminta moderator membagikan materi awal sebagai bekal penguatan pemahaman hukum kepada seluruh peserta rakor.

Harapan dan Komitmen Bersama

Rapat Koordinasi ini ditutup dengan semangat dan optimisme tinggi dari seluruh peserta. Mereka berkomitmen untuk menjadikan LBH Rakyat Nawasena Jawa Barat sebagai kekuatan utama dalam memperjuangkan keadilan hukum yang berpihak kepada rakyat kecil. “Kami percaya bahwa perubahan hukum yang adil dan bermartabat harus dimulai dari kesadaran kolektif para pengurus dan kader,” ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Dengan konsolidasi ini, LBH Rakyat Nawasena Jabar optimistis mampu memperluas peran dan kontribusi nyata dalam penegakan hukum pro-rakyat di Indonesia. (Red : MU/BASL).